Kirim 10 Gram Sabu, 2 Warga Solo Ditangkap di Sragen

sabu solo
Gelar perkara penangkapan dua tersangka pengedar sabu yang tertangkap di Sragen. (foto: metrojateng.com/Efendi)

SEMARANG – Dua orang warga Solo diringkus petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah setelah kedapatan hendak mengirimkan satu paket sabu seberat 10 gram, Jumat (6/4) lalu. Keduanya yakni Agung Rukiyanto (47) warga Tegalayu RT 001 RW 002, Kelurahan Bumi, Laweyan, Kota Solo dan Sriyono (53) warga Pringgading RT 004 RW 009 Kelurahan Setabelan, Banjarsari, Kota Solo.

“Jadi kedua tersangka ini ditangkap oleh anggota kami saat dalam perjalanan menuju Surakarta. Mereka naik mobil dan kami hentikan di pertigaan Pungkruk, Jalan Raya Sukowati, Sragen. Lalu kami lakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti sabu,” ujar Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo saat gelar oerkara di Kantor BNNP Jateng, Senin (9/4).

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan sebuah paket terbungkus alumunium foil. Saat dibuka paket tersebut berisi dua bungkus sabu dengan berat total 10 gram. Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka Agung mengaku dikendalikan oleh seseorang bernama Bejo dan kini masih menjadi daftar pencarian orang (DPO).

“Dari keterangan tersangka ia dikendalikan oleh tersangka Bejo yang diketahuinya berdomisili di Kaliurang, Yogyakarta. Tersangka AGR (Agung) ini disuruh mengambil sabu di Sragen dan nantinya sesampai di Solo akan diambil oleh seseorang,” imbuh Tri Agus.

Selain itu, Agus melanjutkan tersangka Agung ini pernah menjadi pemakai sabu sejak tahun 1998. Namun ia berhenti sejak tahun 2002 lalu. “Tapi sejak januari 2018 ia kembali menjadi pemakai sabu,” tambah Tri Agus.

Sementara dari pengakuan tersangka Agung, ia mulai memakai sabu kembali setelah bertemu dengan rekan lamanya. “Ya ibaratnya reuni, diajak sama temen saya, terus waktu mau beli lagi ke tempatnya Bejo malah ditawari mau dikasih gratis dan dibayar malahan. Trus disuruh nganterin sabunya, nanti alamatnya dipandu sama si Bejo,” kata Agung.

Saat menjadi kurir, Agung dijanjikan oleh Bejo upah sebesar Rp 1 juta. Namun belum berhasil sampai ke tangan pembeli, Agung bersama kawannya Sriyono justru terintai oleh petugas BNNP Jateng. Kini kedua tersangka dibawa ke Kantor BNNP Jatenng.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pqsal 132 ayat (1) untuk Agung serta Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 131 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

30 + = 37

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.