Beranda JATENG RAYA METRO PANTURA KH Anwar Zahid: Kyai Melarat “Dosa” Para Umara

KH Anwar Zahid: Kyai Melarat “Dosa” Para Umara

1474
0

KH Anwar Zahid, kyai asal Bojonegoro saat berdakwah di peringatan Isra Miraj Masjid Agung Kendal Rabu (14/3) malam. (Foto: metrojateng.com/edi prayitno)

 

KENDAL – Ulama dan umara sudah seharusnya bersinergi. Sehingga jika ada kyai melarat maka itu merupakan “dosa” para umara atau pejabat. Hal itu mengemuka dalam pengajian umum Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 yang digelar di masjid Agung Kendal, Rabu (14/3).

”Antara ulama dan umara harus  saling bersinergi. Hal itu untuk menyejahterakan masyarakat. Peran  kyai atau ulama harus dioptimalkan. Kiai harus mendapat perhatian dari pemerintah. Jika terdapat kiai yang sampai melarat, itu menjadi ‘dosa’ bagi umara. Kesejahteraan kiai harus diperhatikan,” tegas KH Anwar Zahid saat mengisi ceramah di Pengajian Umum dalam rangka Isra Miraj Nabi Muhammad Saw 1439 yang digelar di Masjid Agung Kendal Rabu (14/3) malam.

Anwar menyampaikan, umara wajib menyejahterakan kiai. Meski begitu, kiai juga wajib mengingatkan umara jika melakukan pendholiman terhadap masyarakat. Jika kiai melakukan membiarkan hal itu terjadi, maka kiai pun akan berdosa. Drlain pemerintah, polisi dan TNI yang merupakan aparat keamanan juga harus peduli terhadap kiai. ”Kiai itu banyak membantu dan membimbing masyarakat ke jalan yang benar,” tuturnya.

Salah satunya dengan pembangunan masjid di sekitar alun-alun. Di sekitar alun-alun, ada bermacam-macam orang dan budaya. Mereka berkumpul menjadi satu. Generasi muda yang menjadi pengurus remaja masjid dapat menjadi contoh baik. ”Apakah pernah terjadi peristiwa tawuran antar remaja masjid. Saya belum pernah mendengarnya,” kata dia.

Pengajian dihadiri Wabup Masrur Masykur, Kapolres AKBP Adi Wijaya, Dandim Letkol Czi Hendro Edi Busono, Sekda Moh Toha, kiai dan ribuan umat Islam. Mereka memadati halaman dan jalan di sekitar Masjid Agung Kendal. Panitia memasang sejumlah layar lebar di beberapa titik untuk memudahkan penonton menyaksikan dan mendengarkan tausiah yang disampaikan.

Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur, berharap seluruh jamaah senantiasa waspada terhadap berbagai berita hoaks di media sosial. Masyarakat agar mencermati berita dan mencari kebenaran berita tersebut. Berita yang diterima jangan ditelan mentah-mentah dan jangan ikut menyebarkannya. Jadilah warga yang bijak. ”Jangan mudah menelan berita yang belum tahu kebenarannya,” kata dia.

Pengurus Takmir Masjid Agung Kendal, KH Ubaidillah, mengatakan, pengajian bertujuan bertujuan menambah keimanan pada Allah. Isra Miraj sendiri merupakan perjalanan semalam Nabi Muhammad SAW menjalankan perintah Allah Swt yang hasilnya yakni salat lima waktu dalam satu hari satu malam. ”Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu terlaksananya pengajian ini,” jelasnya. (MJ-01)