Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > Kesenjangan Ekonomi di Jawa Tengah Masih Lebar

Kesenjangan Ekonomi di Jawa Tengah Masih Lebar

ilustrasi

SEMARANG- Kesenjangan ekonomi di daerah pedesaan dan perkotaan di Jawa Tengah masih lebar. Kondisi itu diketahui dari indeks kedalaman dan indeks keparahan kemiskinan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah.

Diketahui antara daerah perkotaan dan perdesaan, nilai indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan di daerah perdesaan lebih tinggi daripada di perkotaan. Pada September 2017, nilai indeks kedalaman kemiskinan untuk daerah perkotaan sebesar 1,793, sedangkan di daerah perdesaan jauh lebih tinggi yaitu mencapai 2,439. Sedangkan, nilai indeks keparahan kemiskinan perkotaan 0,454 dan perdesaan 0,648.

Kepala BPS Jawa Tengah, Margo Yuwono mengatakan, kondisi itu menunjukkan bahwa jarak variasi penduduk miskin masih sangat tinggi antara di desa dan kota.

“Program pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah harus beragam antara masyarakat miskin. Hal ini menjadi tantangan yakni perlu program yang heterogen atau berbeda-beda dan spesifik untuk menanggulangi kemiskinan terutama di perdesaan,” katanya.

Dilihat antara September 2016 dengan September 2017, indeks kedalaman kemiskinan mengalami penurunan dari 2,124 menjadi 2,115 dan indeks keparahan kemiskinan mengalami kenaikan dari 0,539 menjadi 0,551. Tren penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah terus terjadi.

Margo menjelaskan, secara umum pada September 2017 jumlah penduduk miskin di Jateng mencapai 4,20 juta orang (12,23%). Jumlah itu berkurang sebesar 253,23 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 4,45 juta orang (13,01%).

“Ini poin bagus! Upaya penurunan kemiskinann di Jateng secara prosentase lebih tinggi dibandingkan daerah lain seperti Jabar atau Jatim,” tandasnya. (ang)

Ini Menarik!

Pemegang JNE Loyalty Card Bisa Pinjam Dana Hingga Rp 2 Miliar

JAKARTA – KoinWorks bekerjasama dengan JNE dalam akses eksklusif bagi anggota JNE Loyalty Card (JLC) …

Silakan Berkomentar