Home > HEADLINE > Kerangka Manusia Berceceran di Dasar Jurang Nolojoyo Boyolali

Kerangka Manusia Berceceran di Dasar Jurang Nolojoyo Boyolali

BOYOLALI – Kerangka manusia ditemukan berceceran di dasar jurang Nolo Joyo, di perbatasan Desa Sumur dengan Desa Jemowo, Kecamatan Musuk, Boyolali, Sabtu (6/12). Kondisinya tak utuh. Hanya kaki kiri, tulang belakang dan tulang rusuknya.

Sedangkan bagian tubuh lainnya, termasuk kepalanya tak ada. Peristiwa itu sempat menggemparkan warga setempat. Warga berdatangan ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi korban.

Kejadian itu kali pertama diketahui oleh saksi Parman (43) warga Dukuh Jambean, Desa Sumur. Bersama saksi Sumiyem (50) dan Warsono (30), keduanya warga Dukuh Badran, Desa Sumur, dia sedang mencari batu di jurang tersebut. Tiba-tiba Parman dikejutkan dengan adanya kerangka manusia di dekat dia mencari batu.

Parman pun segera memberi tahu kedua rekannya. “Hari Kamis (4/12), saya mencari batu di lokasi itu belum ada. Pada Kamis malam terjadi banjir di jurang itu. Kemudian hari ini (Sabtu, red) ada kerangka itu,” kata Parman di lokasi kejadian.

Penemuan kerangka manusia itu dilaporkan ke Polsek Musuk sekitar pukul 14.30. Petugas Polsek dan Polres Boyolali bersama tim medis mendatangi lokasi kejadian, untuk melakukan penyelidikan. Petugas pun mengumpulkan kerangka manusia yang berceceran di dasar jurang tersebut.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kapolsek Musuk AKP Daroni mengatakan, kondisi korban saat ditemukan tak utuh lagi dan tinggal kerangka. “Hanya tulang kaki kiri, tulang belakang dan tulang rusuk. Kepalanya tidak ada,” kata AKP Daroni.

Pihaknya pun belum bisa mengidentifikasi identitas korban, termasuk jenis kelaminnya. Perempuan atau laki-laki. “Kondisi korban sudah tak bisa diidentifikasi lagi.”

Namun, lanjut dia, dari keterangan saksi-saksi diduga korban adalah gelandangan atau orang gila. Karena beberapa pekan sebelumnya ada orang yang diduga gila berada di wilayah tersebut. “Kemungkinan orang gila yang meninggal di dasar jurang, tetapi tak diketahui orang. Hingga jasadnya membusuk dan terbawa banjir,” katanya.

Saksi Pujo Raharjo (54) warga Dukuh Waru, Desa Sumur mengemukakan sekitar 20 hari lalu, sempat melihaang berada di tengah jurang Diloka utara dukuh Madang, Jemowo. Nenek berumur 60-an tahun yang memakai daster warna hijau itu duduk di tengah jurang. “Tubuhnya gemeteran. Terus kami kasih minum dan kami tuntun naik. Saya tanya, ngakunya orang sekitar Woro (Klaten),” kata Pujo yang juga perangkat desa Sumur ini di tempat kejadian.

Jenazah korban oleh pihak kepolisian kemudian diserahkan ke pihak desa setempat untuk dimakamkan. Kerangka korban dimakamkan di pemakaman Jamprongan, Jemowo. (MJ-07)

Ini Menarik!

Ini Bocoran Menu Pesta Pernikahan Kahiyang

Share this on WhatsAppSEMARANG – Sebuah tempat persewaan alat pesta di Semarang bernama ADA mendapat …

Silakan Berkomentar