Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > Kendal Sejak Awal jadi Alternatif PLTU Batang

Kendal Sejak Awal jadi Alternatif PLTU Batang

ilustrasi
ilustrasi

 

SEMARANG – Sebelum ada wacana penghentian Pembangkit Listik Tenaga Uap (PLTU) Batang, Kendal telah menawarkan diri menjadi alternatif lokasi. Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti, telah sanggup menyediakan lahan untuk pembangunan PLTU 2 x 1000 megawatt itu.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, dirinya sudah mengetahui kesiapan Kendal sejak lama. Namun ia tidak bisa memutuskan karena penentu kebijakan ada pada investor dan PT. PLN.  “Bupati Kendal sejak awal gegeran PLTU sudah menawarkan, bagaimana kalau dipindah ke wilayahnya, ada lahan siap katanya. Ya kita pikirkan plus minus dan teknisnya. Penentunya ya investor dan PLN,” katanya, di Gubernuran, Senin (11/8).

Sebelumnya, Pemerintah pusat menegaskan bahwa masalah PLTU Batang dikembalikan pada Pemkab setempat. Jika ingin PLTU tetap di Batang, maka pemerintah setempat harus segera menyelesaikan pembebasan lahannya yang kurang 13 persen. Namun jika tidak sanggup pun tidak menjadi masalah sebab pemerintah melalui PLN sudah menyiapkan PLTU alternatif dengan kapasitas sama.

Wacana pemindahan lokasi pembangunan PLTU dari Batang ditanggapi serius oleh Pemkab Kendal. Widya Kandi mengatakan, telah mempersiapkan sedikitnya 2 ribu hektare lahan yang nantinya digunakan untuk didirikan PLTU. Lahan tersebut dipastikan jauh dari pemukiman warga. Kendati demikian, Widya masih merahasiakan lokasinya sebab khawatir dimanfaatkan spekulan tanah.

Pertimbangan Widya untuk menyatakan siap memberikan lahan dalam pembangunan PLTU lantaran dinilai akan meningkatkan perekonomian di Kabupaten Kendal. “Untuk lokasinya masih rahasia, dari Kaliwungu sampai Weleri. Nanti kalau sudah ada kebijakan dari Gubernur baru kita bicarakan lebih lanjut,” lanjutnya.

Ganjar melanjutkan, polemik PLTU Batang telah menjdi pembicaraan hangat di kalangan warga. Ia telah mendapat banyak pertanyaan dari warga Batang soal wacana tersebut. Mayoritas menyesalkan jika PLTU tak jadi dibangun di Batang. “Banyak sms warga yang menanyakan kenapa PLTU Batang ditutup? Banyak yang mau (PLTU) di sana (Batang) karena mereka juga ingin maju,” katanya. (MJ-03)

Ini Menarik!

Buka Kelas Industri, SMK 7 Didukung Bengkel Mini Bintrako Dharma

Share this on WhatsApp SEMARANG – Zaman sekarang hanya berbekal keterampilan saja tidak cukup bagi …

Silakan Berkomentar