Kenang Tragedi Jatuhnya Heli Dauphin, Basarnas Bangun Monumen di Gunung Butak

Monumen untuk mengenang jatuhnyahelikopter Dauphin HR-3602 di kaki Gunung Butak, Desa Canggal, Candiroto, Temanggung. (foto: istimewa)

TEMANGGUNG – Sebuah monumen dibangun di kaki Gunung Butak, Desa Canggal, Candiroto, Temanggung untuk mengenang peristiwa jatuhnya helikopter Dauphin HR-3602 yang terjadi pertengahan tahun ini. Dalam kejadian itu, sebanyak delapan penumpang helikopter meninggal dunia. Empat korban berasal dari personel Basarnas, sedangkan empat lainnya dari prajurit TNI AL.

Kepala Basarnas Jateng, Noer Isrodin Muchlisin mengatakan pembuatan monumen itu untuk mengenang jasa-jasa para korban yang gugur di lereng Gunung Butak. Ketika kejadian, keempat personelnya tengah menjalankan tugas untuk menyelamatkan wisatawan akibat letusan kawah Sileri di Pegunungan Dieng Wonosobo.

Namun nahasnya, cuaca buruk diatas langit Temanggung membuat jarak pandang terbatas sehingga mengakibatkan helikopter Dauphin sarat penumpang tersebut menghantam tebing Gunung Butak.

“Monumen dibangun di titik jatuhnya helikopter Dauphin HR-3602 milik Basarnas yang mengalami crash saat menjalankan misi kemanusiaan pada meletusnya kawah Sileri yang berada di Dieng Wonosobo,” kata Noer, Selasa (12/12).

Ia menyatakan lokasi monumen berada diatas ketinggian 1.600 mdpl. Noer bilang tepat hari ini, monumen tragedi Gunung Butak telah diresmikan oleh pihaknya. Ada 36 personelnya yang rela menempuh perjalanan sejauh dua jam untuk mencapai lokasi peresmian monumen tersebut.

“Semoga dengan adanya monumen ini akan selalu mengingatkan kami atas pengorbanan para sahabat yang telah mendahului kami” ujar Noer, seraya menambahkan bahwa dalam prosesi peresmian itu turut dihadiri pula oleh perangkat Desa Canggal serta warga setempat. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

25 − = 19

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.