Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > Kenaikan TDL Picu Inflasi di Kabupaten Semarang

Kenaikan TDL Picu Inflasi di Kabupaten Semarang

Ilustrasi
Ilustrasi

UNGARAN – Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) memicu inflasi di Kabupaten Semarang pada Agustus 2014. Hingga akhir bulan bulan kemarin, tingkat inflasi mencapai 0,50 persen, dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 111,60.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang, Rochwan mengatakan, inflasi pada bulan Agustus justru lebih rendah ketimbang bulan Juli, yang mencapai 0,69 persen. “Tingginya inflasi itu disebabkan beberapa faktor, antara lain kenaikan harga makanan, minum, rokok dan tembakau sebesar 1,07 persen. Selain itu juga disebabkan karena kenaikan tarif dasar listrik, gas dan bahan bakar minyak (BBM),” katanya kepada wartawan, Selasa (9/9).

Menurut dia, kenaikan BBM tidak berpengaruh signifikan, justru yang berpengaruh besar adalah listrik, gas, perumahan dan tahun ajaran baru sebab banyak mengeluarkan uang untuk kebutuhan sekolah. “Inflasi tidak dapat diprediksi karena menyangkut kebijakan nasional. Misalnya ada kebijakan kenaikan BBM atau listrik itu akan sangat berpengaruh dengan laju inflasi. Selain masalah kebijakan dari pusat, kenaikan inflasi juga disebabkan karena harga bahan pokok yang mahal,” tuturnya.

Dia menambahkan, data inflasi terus di update  dan dilaporkan ke Bupati Semarang. Tujuannya dengan mengetahui angka inflasi pemerintah daerah dapat melakukan upaya antisipasi kenaikan harga-harga sehingga tidak terjadi lonjakan inflasi. (MJ-02)

Ini Menarik!

Tren Penjualan Eceran di Semarang Belum Naik

Share this on WhatsApp    SEMARANG – Penjualan ritel atau eceran di Kota Semarang pada …

Silakan Berkomentar