Kenaikan BPIH Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas Layanan Pada Jemaah Haji

Ketua MUI Jateng
Ketua MUI Jateng, Ahmad Daroji. (foto: metrojateng.com)

 

SEMARANG – Kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2018 hendaknya dapat dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada calon jemaah haji. BPIH saat ini sudah ditetapkan Kementerian Agama naik sekira Rp 345 ribu sehingga biaya haji saat ini menjadi sebesar Rp 35,23 juta per jamaah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah KH Ahmad Daroji mengatakan, ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang menuntut umat Islam memiliki fisik yang prima dan sehat. Tapi tidak hanya itu calon jemaah haji mesti memiliki uang yang cukup untuk mendaftarkan diri berangkat ke tanah suci.

Diakui, kenaikan BPIH ini memang dirasa tidak akan memberatkan masyarakat. Karena setiap orang yang ingin berangkat haji dapat dipastikan sudah memiliki bekal uang yang cukup. Hanya saja kenaikan tarif tersebut harus dapat dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan dari penyelenggara.

‘’Peningkatkan kualitas pelayanan menjadi hal yang mutlak harus dipenuhi oleh penyelenggara kepada para jamaah saat berada di tanah suci,’’ kata KH Ahmad Daroji, Rabu (14/3).

Salah satu calon jemaah haji asal Salatiga, Dewi Rahmawati menyebutkan, kanaikan BPIH tidak akan menyurutkan keinginan orang untuk melaksanakan rukun Islam yang ke lima ini. Apalagi dengan kenaikan yang tidak ada satu persen dari biaya yang mesti dikeluarkan untuk berangkat haji.

‘’Hanya saja, pemerintah harusnya menjelaskan alasan terkait kenaikan ongkos biaya haji ini,’’ tegas wanita yang telah mendaftar haji tahun 2017 dan dijadwalkan berangkat haji tahun 2035 itu.

Seperti diketahui, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan kenaikan BPIH adalah tidak lepas dari pengaruh kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang memberlakukan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi sebesar 5 persen pada tahun ini. Sehingga berpengaruh kepada seluruh biaya barang dan jasa yang digunakan oleh jemaah haji.

Selain itu ada kenaikan biaya avtur yang memakan sekitar 78 persen dari porsi BPIH dan pengaruh dari perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang lain. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 2 = 4

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.