Beranda JATENG RAYA METRO SEMARANG Kena Aturan Zonasi, Siswa Berprestasi Gagal Masuk SMAN 5 Semarang

Kena Aturan Zonasi, Siswa Berprestasi Gagal Masuk SMAN 5 Semarang

183
0

SEMARANG – Sejumlah siswa berprestasi kedapatan gagal lolos proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang diselenggarakan oleh pihak SMA Negeri 5, Semarang. Pasalnya, banyak pendaftar dari golongan siswa berprestasi yang terbentur aturan zonasi.

UNBK Jateng
Ilustrasi. Aturan zonasi membatasi kesempatan siswa berprestasi memilih Sekolah favorit. Foto: metrojateng.com/dok

“Ada keluhan-keluhan yang muncul dari para orangtua karena anaknya yang berprestasi, pintar tetapi tidak bisa masuk ke SMA-SMA yang dianggap favorit seperti SMA 1, SMA 3 dan SMA 5. Para pendaftar itu tidak lolos seleksi karena rumahnya berada di zonasi dua atau diluar Semarang Tengah,” ungkap Titi Priyatiningsih, Kepala SMA Negeri 5 Semarang, Selasa pagi (10/7).

Titi menyatakan dalam PPDB tahun ajaran 2018/2019, pihaknya membuka kuota penerimaan siswa baru sebanyak 384 orang.

Kuota tersebut terbagi dalam 12 kelas. Untu jurusan IPA diberi kuota 10 orang dan sisanya 374 menjadi kuota jurusan IPS.

Walau begitu, Titi menyampaikan lebih memprioritaskan pendaftar yang rumahnya berada di zonasi satu. Jika kuotanya tidak mencukupi, tambahnya baru diberikan kepada pendaftar yang berada di zonasi dua.

“Tapi sejauh ini kuota yang dari zonasi satu saja sudah penuh semua. Maka kami memutuskan tidak mengambil pendaftar dari zonasi dua diluar kecamatan Semarang Tengah,” tuturnya.

Disinggung soal jumlah siswa yang terpental akibat aturan zonasi tersebut, Titi bilang saat ini sedang dihitung oleh tim panitia PPDB SMA Negeri 5. “Pasti ada banyak, sekarang prosesnya belum selesai dan masij dihitung oleh panitia seleksi PPDB,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mendekati penutupan PPDB SMA/SMK sederajat, jumlah pendaftarnya sudah mencapai 113.092 jiwa. Namun, menurutnya jumlah tersebut masih kurang dari total daya tampung yang disediakan oleh Disdik mencapai 113.325 orang.

Dari total pendaftar sebanyak itu, siswa pemegang SKTM sebanyak 62 ribu orang. Pemegang SKTM yang diterima akhirnya hanya 26.617 siswa atau prosentasenya sekitar 23,5 persen. (far)