Home > JATENG RAYA > Kembangkan Kerjasama Kebudayaan RI-Afganistan, Kemdikbud Gandeng Unesco Gelar Pameran Budaya

Kembangkan Kerjasama Kebudayaan RI-Afganistan, Kemdikbud Gandeng Unesco Gelar Pameran Budaya

MAGELANG – Kantor Unesco di Jakarta bekerjasama dengan pemerintah Indonesia, menggelar pameran dengan tajuk  “Simpang Budaya : Bamiyan dan Borobudur” di Museum Karmawibangga komplek Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, mulai 20 Januari hingga 2 Februari mendatang.   Pameran ini digelar untuk mempromosikan dialog antar budaya, perdamaian dan saling pengertian antara masyarakat Indonesia dan Afghanistan, dengan memanfaatkan potensi dua situs warisan dunia Unesco di masing-masing negara.

    Pameran dibuka oleh Direktur Pelestarian cagar Budaya dan Permuseuman kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Hari Widianto, Jumat (20/1). Hadir dalam acara itu, Direktur Pemasaran PT TWC, Ricky Siahaan, Kepala unit PT TWCB, Chrisnamurti Adiningrum, Kepala Balai Konservasi Borobudur, Marsis Sutopo.

    Kepala Kantor Unesco di Jakarta, Bernads Allen Zako mengatakan, inisiatif proyek ini berawal dari kedekatan hubungan kerja antara Indonesia dan Afghanistan. Saat berlangsungnya Forum Demokrasi Bali di tahun 2011, Presiden Indonesia saat itu SBY dan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai megutarakan keinginan untuk meningkatkan kerjasama di bidang kebudayaan.

    Setelah kerjasama di resmikan tanggal 9 November 2012, Pemerintah menggandeng Unesco untuk membantu mengembangkan kerjasama antar dua negara lebih lanjut.

    Dalam kerangka kerja Indonesia-Unesco fund in trust, maka dibentuklah proyek berjudul “Mempromosikan dialog Antar budaya Melalui Pelatihan Pembangunan Kapasitas Untuk Pengembangan Museum di Sisitu-situs Warisan dunia Unesco di Indonesia dan Afghanistan”.

    Dua situs warisan dunia Unesco “Lanskap Budaya dan Reruntuhan Arkeologis Lembah Bamiyan di Afghanistan dan komplek candi Borobudur di Indonesia, dipilih sebagai laboratorium pembelajaran, karena dinilai menyimpan nilai keagungan luar biasa sebagai peninggalan Budha yang menjadi bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Indonesia dan Afghanistan.

    Sementara itu, Direktur pelestarian cagar budaya dan permuseuman Kementrian Pendidikan dan kebudayaan RI, Hari Widianto mengatakan, banyak sekali warisan dunia yang dilindungi menghadapi penghancuran akibat perang. Dua negara  yang warisan dunianya banyak yang hancur adalah Afganistan dan Syiria.

    “Penghancuran warisan dunia itu merupakan kerugian yang sangat luar biasa.Apalagi, yang dihancurkan sudah merupakan situs warisan dunia,”katanya.

    Hari menjelaskan, Indonesia dan Afghanistan sama – sama merupakan negara Islam. Sedangkan situs yang di pamerkan merupakan situs Budha.

    “Dalam hal ini kami berupaya memberikan toleransi budaya bahwa apa yang terjadi di Afghanistan, jangan sampai terjadi di Indonesia,” katanya.

    Melalui pameran ini diserukan, bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat menghormati warisan-warisan budayanya.Apalagi Borobudur yang sudah ditetapkan sebagai warisan dunia.

    “Jadi pesan yang ingin disampaikan dengan pameran ini adalah untuk mempromosikan dialog antar budaya, perdamaian dan saling pengertian antara masyarakat Indonesia dan Afganistan  dengan memanfaatkan potensi dua situs warisan dunia Unesco di masing-masing negara,” kata Hari.

    Sementara itu,sebelum di gelar di Borobudur Magelang, pameran serupa juga pernah di gelar di Afghanistan, Jakarta maupun Yogjakarta.

    Pameran ini menyoroti lima nilai penting yang dimiliki kedua situs warisan dunia, yakni sejarah, material, pendidikan, ekonomi dan sosio spiritual. (MJ-24)

Ini Menarik!

Motorola Beri Harga Khusus Akhir Tahun

Share this on WhatsApp SEMARANG – Di penghujung tahun 2017, Motorola Indonesia menggelar promo bertajuk …

Silakan Berkomentar