Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > Kemarau Datang, Petani Tembakau Kendal Siap-siap Untung

Kemarau Datang, Petani Tembakau Kendal Siap-siap Untung

Ilustrasi Foto Metrojateng/dok amongtani
Ilustrasi
Foto Metrojateng/dok amongtani

KENDAL – Musim kemarau tidak sepenuhnya merugikan, justru kemarau dengan intensitas hujan yang rendah berkah bagi petani tembakau. Tanaman tembakau memang dapat menghasilkan kualitas yang bagus jika ditanam di saat musim kemarau. Selain itu, kemungkinan terjangkit daun keriting sangat kecil.

Sehingga para petani tembakau menyambut baik datangnya musim kemarau kali ini. Apalagi bulan-bulan sebelumnya, banyak petani tembakau yang merugi akibat kualitas tembakau menurun. Sekretaris Laskar Kretek Kabupaten Kendal, Pursiwi mengatakan bahwa lahan pertanian di wilayah penghasil tembakau sudah mengalami kemarau sekitar setengah bulan lalu.

Kondisi ini justru digunakan para petani tembakau untuk mendapatkan hasil panen yang bagus. “Kemarau seperti ini tidak ada masalah, justru menjadi keberuntungan bagi para petani tembakau,” katanya.

Sekitar 13 kecamatan di Kabupaten Kendal yang lahannya cocok untuk budidaya tanaman tembakau. Yakni kecamatan Gemuh, Ringinarum, Pegandon, Ngampel, Weleri, Kangkung, Rowosari, Cepiring, Patebon, Kendal, Brangsong, Sukorejo, dan Plantungan. Di Kabupaten Kendal, terdapat dua varian tembakau yakni Welerian dan Temanggungan.

“Di daerah Kendal atas meliputi Kecamatan Sukorejo, Pageruyung, Plantungan dan Patean ada total sekitar 800 hektare lahan penghasil tembakau. Kalau musim kemarau lahan di daerah atas tidak bisa ditanami apapun kecuali tembakau,” lanjutnya.

Namun, bagi petani tanaman lain musim Kemarau harus membuat pola bertanam. Seperti menerapkan sistem diversifikasi, dari tanaman padi ke tanaman melon. Hal ini sudah dilakukan petani asal Desa Sendangsikucing, Kecamatan Rowosari.

Petani diversifikasi Alif Priyono (34) menuturkan, kemarau yang mulai melanda beberapa waktu lalu membuat sebagian banyak lahan pertanian kekurangan air. Sehingga dirinya harus mengganti tanaman padi ke melon. Sebab, budidaya tanaman tersebut bisa tahan saat musim kemarau. “Semula lahan seluas dua hektare ini akan  ditanami padi. Karena, melihat musim seperti ini, tanaman melon yang  saya kira paling cocok,” katanya.

Untuk menanam melon, kali pertama ditanam di polybag hingga berumur 9-12 hari kemudian dipindahkan ke lubang tanah berdiameter 10 sentimeter dengan jarak antar lubang 60 hingga 80 sentimeter. Namun, bibit muda tanaman melon masih membutuhkan cukup air. “Meskipun tahan di musim kemarau, tapi saat masih bibit muda, tanaman melon masih membutuhkan cukup air,” paparnya.  (MJ-01)

Ini Menarik!

Pasar Klitikan Rampung, PKL Bantaran BKT Harus Pindah Mulai Januari

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pasar Klitikan di Penggaron telah selesai dibangun Pemerintah Kota …

Silakan Berkomentar