Keliling Jateng, Sudirman Said Siap Hapus Kartu Tani

BLORA – Pemilihan Gubernur Jawa Tengah kian dekat. Kedua kandidat pasangan gubernur pun semakin intensif menebar janji saat mengunjungi sejumlah daerah. Bahkan, Calon Gubernur bernomor urut 2, Sudirman Said secara tegas menyatakan bakal menghapus program Kartu Tani bila ia nanti menang Pilgub.

Sudirman Said bakal hapus Kartu Tani di Jateng. Foto: istimewa

Janji tersebut dilontarkan Sudirman Said tatkala menemui para petani Desa Jipang Cepu Blora, Jumat (8/6).

Ia menuturkan selama ini keberadaan Kartu Tanu justru merepotkan petani untuk mendapatkan pupuk. “Jika saya dan mbak Ida terpilih, kartu tani akan dicabut. Karena tak efektif,” ungkapnya.

Saat blusukan ke semua daerah, ia mengklaim para petani mengeluhkan keberadaan Kartu Tani. Selain itu, nelayan juga mengeluhkan Kartu Nelayan karena tidak banyak berguna. Bahkan, untuk mengambil satu sak pupuk membutuhkan waktu yang lama.

“Ya karena ternyata petani hanya dikasih kartu dan buku tabungan kosong. Jadi kalau mau ambil pupuk harus mengisi tabungan dan jelas ribet,” bebernya.

Padahal sebagai daerah berbasis agraris, petani lokasi seharusnya bisa sejahtera. Apalagi disokong dengan 41 sungai besar serta 38 waduk besar dan masih ada embung-embung kecil.

Namun, ironisnya nasib petani tak jelas. Ia menyebut jumlah petani di Jateng terus merosot dari semula 5,1 juta menjadi 4,7 juta petani. “Ini karena tak ada keterpihakan kepada petani. Padahal, petani merupakan pahlawan penjaga ketahanan pangan,” tandasnya.

Ia mengaku miris dengan kondisi Jawa Tengah yang merupakan daerah miskin kedua di Indonesia. Padahal, potensi sumber daya alam sangat besar dan sangat menjanjikan jika dikelola dengan maksimal.

Hal itu masih diperparah dengan semakin menipisnya lahan pertanian dan beralih ke daerah pemukiman. “Kondisi ini sangat ironi, potensi besar tapi tak dimaksimalkan. Harus ditata ulang, agar penyusutan lahan pertanian bisa diantisipasi secepatnya” imbuhnya.

Karenanya, ia mengajak petani kembali ke cara-cara organik. Karena jika terus menggunakan pupuk berpestisida, dalam jangka panjang akan merusak kesuburan lahan pertanian. Dengan begitu, otomatis akan mengurangi hasil tani dan harga jual juga menurun.

“Ayo bersama menjaga alam, salah satunya dengan kembali ke organik. Dan ini sudah terbukti berhasil dan akan meningkatkan hasil produksi,” tutur Sudirman. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

5 + 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.