Home > JATENG RAYA > Kejar Ketertinggalan, Jawa Tengah Butuh Pemimpin Visioner

Kejar Ketertinggalan, Jawa Tengah Butuh Pemimpin Visioner

Walikota Magelang Ir Sigit Widyonindito saat berbicara dalam  Focus Group Discusion (FGD) yang digelar di Semarang, Senin (16/10) lalu. (foto: istimewa)

SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah merupakan daerah yang potensial dan memiliki sumber daya yang tidak kalah dengan provinsi lainnya di Pulau Jawa. Dibutuhkan seorang pemimpin yang visioner untuk bisa membawa perubahan signifikan bagi Jateng agar mampu bersaing dengan daerah lain.

Hal itu disampaikan  Walikota Magelang, Sigit Widyonindito, di hadapan sejumlah bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, dalam Focus Group Discusion (FGD) yang digelar di Semarang, Senin (16/10) lalu.

“Selama ini kita tertinggal dengan provinsi lain di Pulau Jawa. Jateng harus punya pemimpin visioner yang mampu membawa perubahan yang lebih baik dan signifikan,” ujarnya.

Sigit menyebutkan, Jateng memiliki sumber daya manusia (SDM) yang luar biasa, mempunyai hutan, sawah, perkebunan, bandara, dan aset lainnya. Namun demikian, potensi tersebut belum terharap secara maksimal.

Karenanya, imbuh Sigit, dirinya merasa  terpanggil untuk maju mendampingi calon gubernur terpilih pada Pilkada 2018 mendatang. Berkompetisi secara sehat dengan para bakal calon lainnya. Ia mengaku memiliki program yang akan diusungnya jika terpilih dan menerima rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk maju pada Pilkada 2018.

“Kalau saya mendapatkan rekomendasi, saya memiliki program berupa politik anggaran yang pro-rakyat dan tidak selalu berorientasi pada proyek. Regulasi di Jateng juga harus dibuka seluas-luasnya, senada dengan program Nawacita yang diusung Presiden Jokowi,” ungkapnya.

Salah satu bakal calon Gubernur, Sudirman Said yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, Pilkada merupakan perlombaan dalam hal kebaikan. “Kita perlu mendorong orang-orang bauk untuk mengisi politik. Saya mengawalinya, sebagai orang baik untuk masuk politik melalui Pilkada ini. Orang baik mesti percaya diri, orang jahat saja percaya diri,” katanya.

Sementara, pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Yulianto mengungkapkan, berdasarkan survei yang dilakukannya, terdapat sebanyak 16,1 persen dari 3000 responden warga Jateng yang menginginkan wajah baru pada Pilkada 2018. “Tinggal bagaimana nanti mencari orang yang inovatif, punya kreativitas dalam meningkatkan pelayanan, selama pencalonan memiliki daya tarik, ide, gagasan yang bagus. Intinya warga mengharapkan figur yang bagus dan parpol yang kuat,” urainya.

Wakil Gubernur Jateng, Heru Sujatmoko, menambahkan, pihaknya setuju Jateng dibuat tidak kalah dengan provinsi lain di Jawa.

“Meski demikian, perlu diketahui bahwa Jateng juga memiliki sesuatu hal yang lebih baik dan dipandang sebagai nilai lebih. Yakni ketentraman, persaudaraan, kenyamanan warga, bukan semata-mata kemajuan ekonomi saja,” katanya.

FGD tersebut dilaksanakan untuk mendorong supaya tercipta Pilkada yang berkualitas. Selain itu, juga bertujuan untuk membuat masyarakat paham dan menilai calon-calon pemimpin yang akan bersaing dalam ajang Pilkada 2018 mendatang. (MJ-24)

 

 

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar