Kecapekan, Dukun Aborsi Magelang Harus Dibopong Jalani Rekonstruksi

MAGELANG – Polisi menggelar reka ulang adegan kasus dukun aborsi di Salaman Kabupaten Magelang, Selasa (3/7). Jalannya rekonstruksi membuat tersangka, Yamini (70) kecapekan hingga harus digendong kerabatnya.

Tersangka dukun aborsi harus digendong usai menjalani rekonstruksi, Selasa (3/7). Foto: ch kurniawati

Proses rekontruksi dilaksanakan di rumah Yamini, di Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Ibu dari 7 orang anak itu menjalani 83 adegan selama sekitar tiga jam.

Mengenakan kebaya putih bermotif hijau, kain jarit dan kerudung hijau muda, Yamini tetap kooperatif mengikuti seluruh proses rekonstruksi yang berlangsung mulai pukul 10.00-13.00.

Namun, usai memeragakan 83 adegan, Yamini nampak gemetar sehingga harus digendong oleh menantunya, Eko Suwito menuju ke mobil polisi. “Ibu kecapekan, badannya gemetar usai menjalani rekontruksi,” kata Eko.

Seluruh adegan rekonstruksi disaksikan petugas kepolisian, keluarga tersangka, penyidik dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang, 2 orang saksi, dan penasihat jukum tersangka. Tidak hanya Yamini, rekonstruksi juga diikuti oleh dua tersangka lain, yakni NH (41) dan M.

Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo menjelaskan, tersangka maupun pihak keluarga kooperatif selama proses rekonstruksi berlangsung. “Rekontruksi berlangsung lancar, pihak keluarga dan tersangka semua kooperatif,” kata dia.

Menurut Hari, keluarga mengaku masih syok dengan pengungkapan kasus ini. “Keluarga sama sekali tidak tahu kalau Bu Yamini menerima praktik aborsi. Karena saat melakukan aborsi dilakukan malam hari,” imbuhnya.

Bahkan keluarga juga tidak curiga dengan adanya janin yang dikubur di sekitar rumah. “Ya menguburnya malam hari, tak ada keluarga yang tahu. Tidak ada gundukan kuburan yang menonjol,” ungkap Hari.

Disebutkan juga, seluruh adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi, sudah sesuai dengan keterangan yang ada di Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Pihaknya pun tidak akan menggelar rekonstruksi lanjutan.

“Rekontruksi ini kan untuk menyinkronkan keterangan tersangka yang sudah tertuang di BAP. Tidak ada bukti baru lagi. Janin yang ditemukan juga 21,” ujarnya.

Kasatreskrim AKP Gede Yoga Sanjaya menambahkan, rekonstruksi dimulai dari pembicaraan tersangka NH dan M saat mengetahui bahwa NH hamil. Dilanjutkan proses pencarian dukun pijat sampai dengan proses aborsi dengan pertolongan tersangka Y. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

3 + 7 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.