Kawasan Industri Kendal Masih Sebatas Wacana

Rencana Kawasan Industri Kendal (KIK). Foto Metrojateng/dok
Rencana Kawasan Industri Kendal (KIK). Foto Metrojateng/dok

KENDAL – Kawasan Industri Kendal (KIK) yang ada di Kecamatan Kaliwungu Kendal masih sebatas wacana. Sampai saat ini belum ada perkembangan berarti dari proyek yang diharapkan bisa menyedot investor untuk berinvestasi di Kabupaten Kendal.

Awalnya sesuai rencana peletakan pertama akan dilaksanakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, namun mundur dan akan dilakukan setelah terpilih presiden baru. Tapi, setelah Joko Widodo dilantik menjadi presiden, peletakan batu pertama pembangunan proyek KIK belum jelas kapan akan dilaksanakan. Hal ini karena proses pengerukan dan pembebasan lahan masih belum tuntas.

Pemimpin KIK, Sadeni Hendarman mengatakan bahwa proyek ini masih membutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar. Untuk itu, peletakan batu pertama hingga kini belum ditentukan jadwalnya. Padahal, peletakan batu pertama sedianya dilakukan setelah pelantikan Presiden RI, Joko Widodo. “Belum bisa dipastikan kapan akan dilakukan peletakan batu pertama. Saat ini masih dilakukan pengurukan tanah, dan itu sangat lama. Belum pula menunggu tanah padat terlebih dulu,” katanya.

Sejauh ini, KIK baru menguasai lahan seluas 1.100 meter persegi. Sedangkan izin yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Kendal adalah 2.200 meter persegi.  “Proses pembelian tanah warga dikatakan Sadeni sudah melalui tahapan-tahapan yang benar, yakni dengan mematuhi harga yang dipatok warga,” lanjutnya.

Sementara itu Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Kendal, Alex Supriyono mengatakan, jumlah total lahan yang sudah dibebaskan, 300 hektare diantaranya sudah bersertifikat.  “Prosesnya masih berjalan baik. Bahkan pihak KIK sudah mendirikan kantor,” katanya.

Menurut dia, dari 2.200 meter persegi lahan yang nantinya untuk KIK, 60 persen akan digunakan untuk perusahaan (pabrik). Sedangkan 40 persen lainnya digunakan untuk sarana dan prasarana. “hal itu sudah diatur di tata ruang. Jadi pembagiannya seperti itu,” lanjutnya.

Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti mengaku belum menerima informasi mengenai kelanjutan rencana peletakan batu pertama ini. Kendati demikian, dirinya tetap optimistis KIK akan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan Kabupaten Kendal. “Sudah ada sejumlah investor yang mulai berdatangan. Jumlahnya cukup banyak,” tandasnya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

29 − 24 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.