Kasus Unik, KNKT Selidiki Kecelakaan Tanjakan Emen

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (foto: metrojateng.com/ Ch Kurniawati)

 

TEMANGGUNG – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi telah menugaskan Komite Nasional Keselamatan Trasportasi (KNKT) untuk menyelidiki kecelakaan yang terjadi di Tanjakan Emen Subang Jawa Barat, Sabtu (10/2) lalu. Jika diketahui bahwa penyebab kecelakaan yang menewaskan 27 orang itu adalah karena kendaraan yang belum diuji KIR, maka pihaknya akan meminta Dirjen Perhubungan Darat untuk melaksanakan razia KIR.

Ia juga akan melakukan penelitian dan analisis mendalam. Sebab menurut hasil pemeriksaan sementara, bus naas itu sudah menjalani uji KIR. “Kami akan melihat analisisnya untuk menentukan apa yang akan kami lakukan,” katanya. Menurut Budi, ini kasus yang berbeda. Pihaknya akan menggunakan hasil penelitan KNKT untuk membuat kebijakan.

Dugaan sementara adalah, ada sepeda motor yang menyalip dan tertabrak sehingga mobil tidak bisa mengendalikan diri. “Namun demikian, tim sedang bekerja. Kalau ada penyebab lain, faktor lain, kami akan lakukan penelitian kembali,” tandas Budi.

Ia menyampaikan permohonan maaf dan berbela sungkawa terhadap keluarga korban atas kecelakaan itu. “Saya berharap keluarga yang ditinggalkan tabah dan menjadikan ini cobaan untuk kita semua. Saya meminta maaf atas kecelakaan ini,” ucapnya di sela-sela sosialisasi sekolah BPSDM Kementrian Perhubungan di Kantor Pemerintah Kabupaten Temanggung, Minggu, (11/2).

Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengatakan jika Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat saat ini telah bergabung dengan polisi dan KNKT untuk mengevaluasi dan menganalisis penyebab pasti kecelakaan di Tanjakan Emen.

Dari laporan sementara yang diterima menyimpulkan bahwa jalur Tanjakan Emen memang panjang. Sementara, dengan kondisi yang seperti itu Dinas Perhubungan sudah melakukan penataan, perbaikan dan melengkapi dengan rambu.

Warning light juga sudah dipasang. Bahkan ikut tertabrak satu. Setahun lalu saat terjadi kecelakaan di tempat yang sama, Dinas Perhubungan sudah melakukan perbaikan dan melengkapi dengan rambu-rambu, papan peringatan, marka dan warning light,” ungkap Budi. (MJ-24)

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 62 = 67

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.