Kasus Penahanan TKI di Malaka, 28 Orang Terancam Dideportasi

SEMARANG – Upaya diplomasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia untuk membebaskan para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ditahan di Malaka, Malaysia, akhirnya membuahkan hasil.

Kepala Disnakertransduk Jateng Wika Bintang

Dari informasi yang diperoleh dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Tengah diketahui, pihak penyidik Imigrasi Malaka masih melakukan penyelidikan secara marathon untuk menuntaskan kasus tersebut.

Tepat hari ini, Rabu (21/2), menurut Kepala Disnakertransduk Jawa Tengah, Wika Bintang, proses penyelidikan telah menghasilkan beberapa keputusan.

“Hasil sementara dari 103 pekerja migran Indonesia yang ditahan di Malaka, ada 23 orang di antaranya dinyatakan berkas izin kerja dan kontrak kerja sesuai sehingga akan dikembalikan ke kilang,” kata Wika.

Lokasi kilang yang ia maksud ialah Kilang Dominant Electronic di Depot Machap Umboo, yang akan menjadi tempat kerja para TKI.

Menurutnya dari 103 TKI, 73 orang berasal dari Purworejo, Kebumen, dan Klaten. Sisanya dari Sumatera Selatan dan Jawa Timur.

Wika juga menuturkan bahwa terdapat pula 28 TKI yang berkasnya masih diperiksa oleh penyidik imigrasi Malaka. Pemeriksaan untuk mengungkap apakah berkas izin kerja dan kontrak kerjanya sesuai dengan penempatan atau tidak.

Wika menyebut tidak menutup kemungkinan apabila izin kerja 28 TKI tidak sesuai aturan, maka akan dipulangkan ke Indonesia.

“Dari rekomendasi pihak imigrasi, hak-hak pekerja akan tetap diberikan dan menjadi tanggung jawab kilang,” tuturnya.

“Kalau izin permitnya salah maka akan dipulangkan dan diberikan hak-haknya. Sementara 23 orang bisa bekerja kembali,”. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 6 = 4

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.