Kasus Foto Bugil Wakil Ketua DPRD Sragen Harus Diusut Tuntas

SEMARANG – Sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI) mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus dugaan pornografi yang menyeret nama Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto. Desakan itu muncul tatkala sekelompok anggota FPI menggeruduk Mapolda Jateng di Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (7/6).

Anggota FPI Sragen mendatangi Mapolda Jateng, Kamis (7/6). Foto: fariz fardianto

Menurut Ketua FPI Sragen, Mala Kunaifi kasus tersebut sempat ngendon setahun lantaran tak ada kejelasan proses pemeriksaan dari aparat Polres Sragen. “Kami menuntut adanya tindak lanjut dari kasus dugaan pornografi dan pelanggaran ITE yang dilakukan oleh Pur Gedek (panggilan wakil ketua DPRD Sragen), yang mana sudah dilaporkan tahun 2015 lalu, tapi mandek,” ungkapnya. Ia menyebut proses hukum harus ditegakkan. Ia meminta polisi tak pandang bulu dalam mengusut kejahatan yang melibatkan elemen masyarakat baik tingkat bawah maupun dari legislator. “Siapapun yang melanggar harus dihukum walaupun anggota DPR,” tegasnya. Mala mengaku, tidak ditemui oleh Kapolda Condro Kirono karena sedang tidak ditempat dan hanya menitipkan barang bukti ke SPK Mapolda Jateng. “Bapak kapolda tidak bisa menemui karena ada kunjungan Presiden. Kami minta pak kapolda untuk masalah ini cepat diselesaikan,” bebernya. Dia khawatir, masalah yang sudah dilaporkan ke Polres Kabupaten Sragen dari tahun 2015 tersebut tak kunjung diproses akan menyebabkan kegaduhan. Terlapor Bambang Widjo Purwanto merupakan politisi dari Partai Golkar dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sragen. Ia mengatakan, kasus tersebut sangat memalukan dan telah mencoreng DPRD Sragen. “Kami tidak membawa masalah partai, ini individu personal langsung. Pornogarafinya adalah sebuah foto, dia memotret tubuhnya telanjang dan disebar di medsos. Barang bukti sudah komplit sudah kami serahkan,” tandasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 4 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.