Home > JATENG RAYA > Kartu Keluarga Sejahtera Dilarang Buat Beli Rokok

Kartu Keluarga Sejahtera Dilarang Buat Beli Rokok

Mensos Khofifah Indar Parawansa saat sedang mengajari para RTS bagaimana cara dan dimana bisa menggunakan KKS, saat peluncuran pelayanan E Warong-KUBE di Pendopo Pengabdian Kota Magelang, Selasa (17/1). (foto: ch kurniawati)

MAGELANG – Saat berada di Kota Magelang, Mentri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajari para Rumah tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) bagaimana cara menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Disebutkan KKS berfungsi seperti kartu ATM yang bisa digunakan untuk membeli banyak hal yang bermanfaat.

    “Silakan pergi ke mall di Yogjakarta dan membeli tas sekolah disana, pasti akan mendapatkan harga murah bila menggunakan KKS. Biasanya pada bulan Desember ada diskon atau obral besar-besaran,” kata Khofifah di depan para RTSPM yang ikut hadir dalam peluncuran  layanan electronic warung gotong- royong kelompok usaha bersama (E-Warong KUBE) di Pendopo Pengabdian  Kota Magelang, Selasa (17/1). 

Layanan ini guna penyaluran bantuan sosial (bansos) dan subsidi kepada para penerima atau rumah tangga sasaran (RTS). Sambil memegang KKS, Khofifah juga menjelaskan, dengan menggunakan kartu ini, maka pemegang bisa membeli di toko-toko yang ada logo ‘BNI’, maka bisa membeli alat-alat sekolah.

Sementara itu, untuk ibu hamil, KKS ini bisa digunakan untuk membeli kebutuhan gizi ibu dan bayi. Khofifah juga menyampaikan pesan dari Presiden Jokowi, KKS tidak diperbolehkan untuk membeli rokok. “Kalau ketahuan untuk beli rokok, maka kartunya akan di cabut,” tegasnya.

Khofifah berpesan agar E-Warong ini benar-benar dimanfaatkan oleh para RTSPM.  Bantuan pangan sendiri merupakan konversi dari subsidi pangan yang di seluruh Indonesia ditarget mencapai 1,4 juta penerima.

Dari jumlah itu, akan dilayani oleh  7.733 E-Warong di seluruh Indonesia. Tahun ini ditarget mendirikan sekitar 2000 E-Warong di 45 kota dan 6 kabupaten baik di Jawa maupun luar Jawa.

Anggaran dari APBN yang disediakan untuk 1,4 juta RTS sebesar Rp1,6 Triliun. Untuk yang ada di Jawa, Bali dan Papua akan dilayani oleh BNI, BTN dan Mandiri. Sedangkan di luar ketiga pulau itu akan dilayani BRI.

Didalam  E-Warong tersedia beragam kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, dan lainnya. Kebutuhan ini akan dipasok Bulog (Badan Urusan Logistik) dengan harga murah.

Warga RTS, akan menerima sebesar Rp 110.000 per bulan yang sudah ditransfer di rekening masing-masing. RTS cukup memegang kartu keluarga sejahtera (KKS) yang memiliki banyak fungsi baik sebagai kartu ATM maupun belanja di E-Warong.

Dengan KKS dan E-Warong ini, RTS tidak perlu lagi antre membeli kebutuhan pokok. Bila dulu RTS harus antre di kelurahan, maka sekarang cukup datang ke E-Warong kapan saja bisa mendapat kebutuhannya. Mereka juga bebas milih beras apakah yang medium atau premium hingga super.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menyambut baik adanya E-Warong di kotanya ini. Untuk sementara baru ada satu E-Warong yang dibuka dari total kebutuhan sebanyak lima buah. Adapun E-Warong yang sudah diluncurkan ada di Kelurahan Potrobangsan.

Menurutnya, program  ini sangat bagus dan bisa menurunkan angka kemiskinan. Ia menyebut, angka kemiskinan di Kota Magelang terus turun sampai sekarang sebesar 9 persen. Target 2021 turun sampai angka 6 persen. (MJ-24)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar