Home > JATENG RAYA > METRO SOLO > Karena Urbanisasi, Laju Pertumbuhan Penduduk di Jateng Rendah

Karena Urbanisasi, Laju Pertumbuhan Penduduk di Jateng Rendah

ilustrasi
ilustrasi

SOLO- Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah, Dra Tjondrorini  M. Kes, mengatakan meski pertumbuhan penduduk di Indonesia sangat tinggi, namun laju pertumbuhan penduduk di propinsi Jawa Tengah sangat rendah. Hal ini disebabkan karena banyaknya penduduk yang migrasi keluar daerah.

“Memang pertumbuhan penduduk di Jateng yang rendah bukan karena angka kelahiran, namun karena banyaknya minat penduduk Jateng yang memilih migrasi keluar Jateng, entah karena pekerjaan maupun lainnya,” ujarnya dalam sambutan Pengukuhan Pengurus Koalisi Indonesia Untuk Kependudukan dan Pembangunan Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (FAPSEDU) di Pendhapa Gede Balaikota Solo, Selasa (9/12).

Pihaknya menguraikan berdasarkan hasil sensus penduduk (2010) menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia mencapai 237,6 juta jiwa, dengan rata-rata laju pertumbuhan penduduk (LPP) 1,49 persen per tahun, sedangkan untuk Jawa Tengah mencapai 32.382.657 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 0,37 persen.

Selain itu, pihaknya juga menerangkan bahwa kualitas penduduk Indonesia masih sangat memprihatinkan. Berdasarkan Human Development Index (HDI) tahun 2012 menduduki urutan 121dari 187 negara, sedangkan kualitas penduduk di Jateng menempati peringkat 15 dari 33 propinsi.

“Dengan jumlah penduduk yang besar, namun kualitas penduduk rendah akan berpengaruh terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan, seperti pencemaran udara, perusakan lingkungan dan akan menjadi beban bangsa Indonesia,” katanya. (MJ-16)

 

Ini Menarik!

Ini Bocoran Menu Pesta Pernikahan Kahiyang

Share this on WhatsAppSEMARANG – Sebuah tempat persewaan alat pesta di Semarang bernama ADA mendapat …

Silakan Berkomentar