Home > JATENG RAYA > METRO SOLO > Kampung Surodadi, Mengolah Sampah Berbuah Prestasi

Kampung Surodadi, Mengolah Sampah Berbuah Prestasi

image

BOYOLALI – Kondisi kampung yang terlihat gersang dan tak tertata, mendasari ibu-ibu PKK di RT 05/09 Kampung Surodadi, Kelurahan Siswodipuran, Boyolali Kota ini untuk berbuat sesuatu. Terutama pengelolaan sampah, agar kampung terlihat bersih dan asri.

Ide sederhana ini pun akhirnya membuahkan hasil. Tak hanya kampung yang kini terlihat bersih, indah dan asri. Tetapi juga mampu berprestasi, yaitu berhasil menyabet juara I Lomba Lingkungan Kelurahan Bersih dan Hijau tingkat Provinsi Jateng tahun 2014.

Memasuki kampung yang berada di depan SMAN 1 Boyolali ini, kesan bersih, asri dan nyaman langsung terlihat. Di pekarangan-pekarangan rumah warga tampak terlihat berbagai tanaman. Tak hanya penghijauan, tetapi juga buah-buahan. Bahkan sayuran yang ditanam dengan sistem polybag.

Memasuki lebih dalam, di sudut perempatan jalan terpampang tulisan dalam tiga papan. Tulisan itu berbunyi, Bersih Sampahku, Hijau Kampungku, Sehat Lingkunganku. Dibawahnya terdapat dua tong sampah, satu untuk sampah organik dan satu lagi unorganik. Dibelakangnya adalah kebun yang dimanfaatkan ibu-ibu PKK setempat untuk menanam berbagai sayuran dan ada buah pisang. Di kebun itu juga terdapat drum untuk pengolahan kompos.

Untuk mencapai semua itu, tentu memerlukan proses dan waktu. Beruntung, masyarakat sangat mendukungnya. Kader Lingkungan Hidup Kelurahan Siswodipuran, Yayuk Soelistyarso, mengatakan semua itu dirintis sejak tahun 2011 lalu.

“Awalnya melihat lingkungan yang tampak gersang dan tidak tertata. Pekarangan rumah kosong dan tak terawat. Melihat kondisi tersebut, kemudian muncul ide untuk mengumpulkan sampah-sampah rumah tangga. Saat itu yang diambil hanya sampah yang bisa dijual saja,” kata Yayuk Soelistyarso.

Dari kegiatan itu akhirnya berkembang terus dan difasilitasi oleh Badan Lingkungan Hidup Pemkab Boyolali, berdirilah Bank Sampah. Yang tadinya kantornya di Pos Kamling, akhirnya bisa dibangun kantor sendiri di pojok kampung. Selain untuk mengumpulkan sampah dari rumah tangga, juga untuk kantor bank Sampah dan pusat kegiatan. Bank Sampah yang diberi nama Bank Sampah Melati itu diketuai oleh Yayuk Soelistyarso. “Hingga akhirnya bisa seperti sekarang ini. Surodadi Kampung Idaman (Indah, Asri dan Nyaman),” ucapnya.

Kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah demi lingkungan yang bersih, sangat tinggi. Di setiap rumah, masyarakat mengelola sampah dengan baik. Dalam perkembangannya, pengelolaan sampah tak hanya mengambil yang bisa dijual saja. Tetapi mulai dipilah, yang organik untuk kompos dan yang unorganik dijual ke pengepul. Sebagian juga dimanfaatkan untuk membuat kerajinan. Hasil penjualan itu, 20 persen untuk operasional Bank Sampah dan yang 80 persen diberikan ke nasabah.

Sedangkan yang organik dibuat kompos untuk memupuk berbagai tanaman sayuran dan tanaman obat di pekarangan rumahnya masing-masing. Di kebun yang dikelola PKK dan di pekarangan rumah, ditanam berbagai tanaman obat keluarga dan sayur-sayuran serta bumbu dapur. “Tanaman obat yang ditanam seperti jahe merah, lidah buaya, kencur, temulawak, kunir, dan bawang dayak,” imbuh anggota PKK setempat, Idha.

Pengelolaan sampah itu tak hanya menerima dari rumah tangga di RT setempat. Tetapi kini juga dari beberapa RT tetangga. Dari kegiatan ini, akhirnya Kampung Surodadi menjadi wakil dari Kelurahan Siswodipuran untuk maju dalam Lomba Lingkungan Kelurahan Bersih dan Hijau tingkat Provinsi Jateng, yang dilaksanakan bulan Juli 2014 lalu. “Berhasil mendapat juara pertama. Untuk tingkat Kabupaten juga mendapat juara I,” tegas Yayuk. (MJ-07)

Ini Menarik!

Ini Bocoran Menu Pesta Pernikahan Kahiyang

Share this on WhatsAppSEMARANG – Sebuah tempat persewaan alat pesta di Semarang bernama ADA mendapat …

Silakan Berkomentar