Kampung Nambangan Diserang, 2 Terluka Parah

Kasat Reskrim Polres Magelang Kota, AKP Rinto Sutopo didampingi Kasubag Humas AKP Esti Wardiani menunjukkan barang bukti yang diamankan saat penyerangan Kampung Nambangan oleh puluhan orang tak dikenal, Sabtu (17/2) sore lalu. (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

 

 

MAGELANG – Puluhan orang tak dikenal menyerbu Kampung Nambangan, Magelang Tengah, Sabtu (17/2) sekitar pukul 15.40. Mereka mengenakan masker penutup muka, berteriak-teriak mencari seseorang. Tak menemukan orang yang dimaksud, mereka mengamuk. Dua warga terluka terkena sabetan senjata.

Aparat kepolisian sampai saat ini masih melakukan penyelidikan dan mendalami kasus tersebut. “Kejadiannya hanya berlangsung sekitar 15 menit. Setelah itu orang-orang bermasker itu pergi,” kata Kastreskrim AKP Rinto Sutopo, Minggu (18/2).

Diduga, pelaku berjumlah lebih dari 20 orang. Mereka berpakaian serba hitam, mengendarai sepeda motor, dan berteriak mencari Jarot.

Salah seorang korban, Ari Subianto (34) sedang berkumpul bersama saksi Joko dan Hendra (19) sepulang kerja, di lapangan Nambangan. Joko menyuruh Hendra untuk membeli rokok dengan menggunakan sepeda motor milik Ari.

Baru berkendara sejauh 50 meter, Hendra dicegat oleh sekelompok orang berpakaian serba hitam. Hendra ditanya mengenai Jarot dan diintimidasi, dipukul, motor yang dikendarainya pun dirusak. Hendra lalu lari meninggalkan sepeda motor yang dikendarainya.

Beberapa saat kemudian, Ari mendatangi kelompok tersebut untuk mengambil sepeda motornya yang ditinggalkan oleh Hendra. Saat Ari mendekati sepeda motornya, salah satu orang dari kelompok tersebut menyilakan Ari membawa pergi sepeda motornya.

“Namun ternyata pada saat korban Ari membawa pergi sepeda motornya, anggota lain dari kelompok itu berteriak sambil mengejar dan mengacungkan pedang,” katanya.

Melihat hal itu, Ari kemudian berlari. Seorang anggota kelompok mengejar dan menebaskan pedang. Ari menangkis menggunakan helm, namun helm terpental. Sabetan pedang mengebai kepala Ari hingga sobek. Ari kemudian berlari ke dalam kampung untuk menyelamatkan diri.

Tak hanya Ari, Hendra pun tak luput dari serangan kelompok tersebut. Hendra dipukul dan juga terkena sabetan senjata tajam.

“Korban Ari, luka di kepala akibat sabetan sajam dan harus dijahit 10 jahitan. Sedangkan korban Hendra luka pukulan dan sabetan senjata tajam dengan luka sobek di pipi sebelah kanan serta kepala sebelah kanan,” ungkap AKP Rinto.

Kelompok itu juga merusak rumah milik Wignyo (40), warga setempat. Kelompok menyangka Wignyo sebagai paman Jarot. Polisi belum berhasil mengamankan senjata tajam dari lokasi kejadian. Namun sepeda motor milik Ari yang rusak, telah diamankan sebagai barang bukti.

“Kami menduga ada dendam pribadi dengan Jarot. Namun kami masih menyelidiki motif pelaku penyerangan,” ujar Rinto. Perbuatan para pelaku, kata Rinto melanggar Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman minimal tujuh tahun. “Atau Pasal 351 KUHP, tergantung pelakunya bersama-sama atau satu orang,” demikian Rinto. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

6 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.