Kakeane.. Mbah Subakhir Bayar PSK Pake Uang Mainan

image
Ilustrasi

SEMARANG – Sungguh malang apa yang menimpa Pekerja Seks Komersial (PSK) berinisial SA (28). Niat hati kejar setoran untuk mencukupi kebutuhan, ia justru diperdaya kakek-kakek berusia 60 tahun.

Meski sudah memasang tarif murah Rp 100 ribu saat melayani sang kakek bernama Subakhir itu, ia justru kena tipu mentah-mentah lantaran uang yang digunakan untuk membayar jasanya adalah uang mainan.

Tipu daya Mbah Subakhir ini bermula saat warga Kecapi, Jepara tersebut singgah di Kota Semarang, Selasa (27/10) malam. Entah apa tujuannya singgah ke Kota Lunpia, ia malah mulai merayuSA yang memang biasanya mangkal di sekitar Terminal Terboyo.

Setelah keduanya sepakat dengan harga Rp 100 ribu, SA kemudian mengajak Subakhirke Hotel Handayani, yang tak jauh dari Terminal Terboyo.

SA pun akhirnya melayani Subakhir hingga selesai. Tak lama kemudian gelagat aneh sang kakek mulai muncul. Ia hanya memberikan SA uang sebesar Rp 16 ribu. Tentu saja hal tersebut membuat SA geram, ia pun kemudian memaksa mbah Subakhir untuk membayar kekurangannya.

Akhirnya, dengan raut wajah percaya diri, diambillah selembar uang 100 ribu dari dalam kantong Subakhir. Awalnya SA sempat merasa ayem, namun setelah dicek ternyata uang tersebut adalah uang mainan.

Mengetahui hal itu, SA ngamuk dan melaporkan Subakhir ke resepsionis hotel yang diteruskan ke anggota Babinkamtibmas Terboyo Wetan, Aiptu Subagyo. Keduanya pun dibawa ke Mapolsek Genuk untuk dimintai keterangan.

Saat dilakukan penggeledahan, di saku celana belakang Subakhir, petugas menemukan ratusan lembar uang mainan. Semua pecahan mulai 100 ribu, 50 ribu, 20 ribu, 10 ribu, 5 ribu hingga 2 ribu, dengan jumlah total sekitar 28 juta.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin membenarkan adanya ulah licik kakek asal Jepara tersebut.
“Itu murni uang mainan, di belakang terteratulisan uang mainan,” kata dia.

Sementara itu, setelah dimintai keterangan, kakek tersebut kemudian dipulangkan. Awalnya SA tetap ngotot untuk minta dibayar dan memarahi Subakhir, namun tindakannya itu berhenti setelahsalah seorang anggota Polsek Genuk memberinya uang untuk pulang. (Yas)

dprd kota semarang
Anda mungkin juga berminat
1 Komentar
  1. Tauhid Marlana berkata

    Kakeane tenan sampeyan mbah,,,wes tuo kok neko-neko kakean polah.

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

67 − = 62

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.