Jutaan UMKM Indonesia, Baru Sepertiga yang Mengakses Perbankan

Ekonom CORE Indonesia Hendri Saparini memaparkan materi pada diskusi Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pembiayaan Syariah di Restoran Rodjo Semarang, Rabu (15/11). (Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita)

 

SEMARANG – Ekonom CORE Indonesia, Hendri Saparini mengatakan, dari 58 juta usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia baru sepertiganya yang bisa mengakses pembiayaan dari perbankan. Dengan demikian, masih banyak pelaku usaha mikro dan kecil yang membutuhkan pendanaan yang dapat diakses dengan mudah.

”Mereka belum dapat mengakses pembiayaan dari perbankan karena berbagai alasan di antaranya, tidak memiliki jaminan, administrasi keuangan, dan pemahaman pasar, Hendri dalam diskusi Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pembiayaan Syariah di Restoran Rodjo Semarang, Rabu (15/11).

Menurutnya, dibutuhkan lembaga pembiayaan baik bank ataupun nonbank untuk mendampingi UMKM tersebut. Tujuannya, agar mampu meningkatkan kapasitas usaha masing-masing.

Dalam diskusi tersebut, Direktur Utama Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah, Ratih Rachmawaty menjabarkan peran perbankan dalam mendorong kemajuan UMKM. Pihaknya membidik kaum perempuan untuk meningkatkan inklusi keuangan. Upaya itu dilakukan melalui pendekatan dengan komunitas pelaku UMKM.

”Kami fokus melayani segmen masyarakat prasejahtera yang sebelumnya tidak memiliki akses terhadap perbankan. Adapun, segmen yang kami sasar adalah kaum perempuan dari segmen prasejahtera produktif yakni pelaku UMKM,” kata Ratih.

Alasan BTPN menyasar perempuan dalam peningkatan inklusi keuangan, karena masih banyak kaum perempuan yang produktif tapi belum memiliki akses terhadap perbankan. Padahal, menurut Ratih, perempuan memiliki peran penting dalam perekonomian keluarga.

”Maka itu, untuk membantu para perempuan kami tidak hanya memberikan pembiayaan tetapi juga pendampingan dan kesempatan bagi mereka untuk berpartisipasi meningkatkan penghasilan keluarga,” tuturnya.

Hingga September 2017, total aset BTPN Syariah tercatat sebesar Rp 8,54 triliun atau naik 36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kemudian, BTPN Syariah memiliki 2,8 juta nasabah secara nasional dan seluruhnya perempuan, khususnya pada produk pembiayaan. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 1 = 7

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.