Beranda JATENG RAYA METRO MURIA Jumlah Rumah Tak Layak Huni di Jepara Tak Sebanding Anggaran Pengentasan

Jumlah Rumah Tak Layak Huni di Jepara Tak Sebanding Anggaran Pengentasan

46
0
BERBAGI
Salah satu rumah tak layak huni di Jepara. (foto: metrojateng.com/MJ-23)
JEPARA – Anggaran pengentasan rumah tak layak huni (RTLH) di Kabupaten Jepara tahun 2018 hanya Rp 15 miliar. Jumlah tersebut 50 persen lebih sedikit dibanding dari usulan yang mencapai Rp 30 miliar. Anggaran itu rencananya digunakan untuk membantu 2000 unit RTLH. Tiap unit RTLH dibantu dana Rp 7,5 juta.
Anggota DPRD Jepara, Nur Hidayat mengaku prihatin dengan kondisi ini. Sebab jumlah RTLH di Kabupaten Jepara mencapai puluhan ribu unit. Namun faktanya anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk pengentasan rumah yang dihuni warga miskin justru malah kian mengecil.
“Yang membuat kita lebih prihatin lagi, karena tiap rumah sekarang hanya dijatah Rp7,5 juta. Itu dapat apa? Padahal sebelumnya tiap rumah anggarannya Rp15 juta,” kata Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Jepara ini, Senin (12/3/2018).
Berdasar hasil Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) tahun 2015, jumlah RTLH di Kabupaten Jepara mencapai 61.500 unit. Puluhan ribu RTLH ini tersebar di 16 kecamatan yang ada di Kota Ukir.
Nur Hidayat meyakini jika angka RTLH bisa jadi lebih besar dari data PBDT. Sebab berdasar hasil “blusukannya” ternyata masih banyak warga miskin yang belum tercover data tersebut.
“Ini ibarat fenomena gunung es. Logikanya seperti ini, tiap unit RTLH ada yang diisi oleh dua kepala keluarga (KK). Nah yang didata hanya satu KK saja. Makanya saya pesimis persoalan ini bisa dituntaskan kalau penanganan pemkab masih konvensional,” pungkas dia.(MJ-23)