Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > Jual Beli Tanah dan Rumah Tinggal Masih Lesu

Jual Beli Tanah dan Rumah Tinggal Masih Lesu

Ilustrasi

SEMARANG – Kondisi perekonomian nasional yang belum sepenuhnya pulih masih berpengaruh terhadap pasar properti secara umum, termasuk sektor residensial atau tempat tinggal. Pada triwulan III 2017, kondisi properti residensial pasar sekunder di Kota Semarang mulai menunjukkan pergerakan yang positif meski nilainya masih sangat kecil.

”Kondisi tersebut dapat dikatakan relatif stagnan. Transaksi yang terjadi baik di segmen menengah maupun menengah atas sebagian besar masih berada di nilai penawaran yang sama dengan triwulan sebelumnya,” kata Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, Senin (13/11). Walaupun demikian, lanjut dia, terdapat beberapa properti dengan harga penawaran turun, hal ini dilakukan agar lebih cepat terjadi transaksi jual beli properti.

Harga properti residensial di pasar sekunder untuk Kota Semarang pada triwulan III 2017 tercatat mengalami kenaikan, yaitu sebesar 0,22% (qtq) atau 0,14% (yoy), masih lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Peningkatan harga rumah tertinggi secara triwulanan terjadi di wilayah Semarang Selatan sebesar 0,60% (qtq). Sementara secara tahunan, peningkatan harga rumah tertinggi terjadi di wilayah Semarang Timur sebesar 1,03% (yoy).

Harga tanah residensial tercatat mengalami kenaikan, baik secara triwulanan maupun tahunan. Harga tanah di pasar sekunder tumbuh sebesar 0,45% (qtq) atau 1,57% (yoy), sedikit meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Kenaikan harga tanah ini lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga properti. Adapun kenaikan harga tanah tertinggi secara triwulanan terjadi di wilayah Semarang Selatan sebesar 0,96% (qtq), sementara kenaikan tertinggi secara tahunan terjadi di wilayah Semarang Timur sebesar 3,24% (yoy),” kata Rahmat.

Pertumbuhan properti residensial pada triwulan III 2017 terindikasi dari meningkatnya penyaluran kredit konsumsi sebesar 8,86% (yoy). Peningkatan KPR untuk kepemilikan rumah segmen menengah dan menengah atas (rumah tinggal tipe di atas 70) menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 5,45% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,60% (yoy). (ang)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar