Jelang UNBK, Dua SMA di Semarang Kekurangan Komputer

SEMARANG – Dua Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Semarang kekurangan perangkat komputer menjelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mulai 9-12 April 2018 nanti. Di SMAN 5 Semarang, jumlah komputer kurang ideal. Dari jumlah siswa Kelas XII yang membutuhkan komputer mencapai 396 orang, pihak sekolah hanya bisa menyediakan 150 unit saja.

Dua SMA Negeri di Semarang kekurangan komputer untuk pelaksanaan UNBK. Foto: metrojateng.com/fariz fardianto

“Untuk itu, (pelaksanan UNBK) kami bagi pelaksanaan ujian ke dalam tiga sesi,” ungkap Kepala Sekolah SMAN 5 Semarang, Titi Priyatiningsih, saat ditemui pada Senin (12/3).

Titi menjelaskan sebenarnya tak ambil pusing untuk menyikapi kurangnya jumlah komputer bagi peserta UNBK. Ia justru mencemaskan terjadinya mati listrik saat pelaksanaan UNBK.

“Kita sudah siapkan genset, tapi kan tetap butuh persiapan seperti menghubungkan ke aliran komputernya dan sebagainya. Semoga saja tidak ada pemadaman listrik saat UNBK nanti,” terangnya.

Wakil Kepala Kurikulum SMAN 3 Semarang, Emmy Irtaningsih mengatakan adanya temuan serupa. Emmy mengakui hingga kini hanya bisa mengandalkan fasilitas 165 komputer. Untuk jumlah peserta UNBK di sekolahnya sendiri justru mencapai 512 orang.

Karenanya, ia pesimistis mampu melaksanakan UNBK sampai 100 persen. Alasannya, terlalu banyak mata pelajaran yang diujikan dan membutuhkan jumlah komputer lebih.

“Dari pihak pengajar sudah siap dan murid-murid juga sudah ada try out sebelumnya. Jadi, tinggal kita tunggu saja tanggal pelaksanaannya,” kata Emmy. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

59 − 57 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.