Home > JATENG RAYA > Jelang Imlek, Umat TITD Klenteng Liong Hok Bio Magelang Bersihkan Rupang

Jelang Imlek, Umat TITD Klenteng Liong Hok Bio Magelang Bersihkan Rupang

Umat TITD Klenteng Liong Hok Bio Kota Magelang melakukan pembersihan rupang dan Kimsin menjelang perayaan Imlek 2568/2017, Sabtu (21/1) lalu. (foto: ch kurniawati)

MAGELANG – Seminggu sebelum merayakan tahun baru Imlek 2568/2017, puluhan umat Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Klenteng Liong Hok Bio Kota Magelang, melakukan pembersihan rupang (peralatan) dan Kim Sin (patung dewa). Umat secara hati-hati membersihkan Kimsin yang ada di klenteng tersebut.

    “Mencucinya juga dengan air kembang, agar wangi,” kata Ketua harian Klentheng Liong Hok Bio, Wong Shoek Lie, di sela-sela pembersihan, Sabtu (21/1) lalu.

    Ia menambahkan, untuk membersihkan rupang dan Kim Sin, umat selalu hati-hati. Mereka dengan sepenuh hati membersihkan dengan kain yang lembut atau tisu.

    Menurut Wong Shoekik Lie, sebelum Kim Sin di bersihkan, umat terlebih dahulu melaksanakan ritual sembahyang, memohon ijin untuk melakukan pembersihan. Mereka sekaligus melakukan sembahyang Punggahan dimana para dewa naik ke atas untuk melaporkan kepada Tuhan Yang maha Esa akan amal baik buruk manusia. Di saat Punggahan diyakini semua rupang sudah dalam keadaan kosong, sehingga umat bisa membersihkan Kimsin.

    Wong Shoek Lie menambahkan, ada 13 Kimsin yang dibersihkan.Diantaranya, Jian Shou Jian Yen Kwan Shie Im Po Sat, Nabi Khong Cu, Sang Hyang Buddha Gautama dan Thay Sang Lauw Cin. Berikutnya Kongco Hok Tik Cing Shien (Dewa Bumi), Makcopo Thian Siang Sing Bo (Dewi Laut), Kongco Kwee Sing Ong, Kongco Kwan Sing Tee Koen (Dewa Pengadilan) serta Kongco Hian Thian Sing Tee (Dewa Obat).

    Ketua Yayasan Tri Bakti, Paul Chandra Wesi Aji menambahkan,  rangkaian perayaan Imlek telah dimulai sejak 15 Februari lalu.Dimulai dengan bakti sosial pembagian sembako dan donor darah. 

    Disebutkan pula, tahun ini perayaan Imlek akan lebih meriah di banding tahun-tahun sebelumnya. Tidak kurang dari 700 seniman baik dari seniman tradional Magelang hingga seniman kaum Tiong Hoa akan bersama-sama merayakan Imlek, terutama saat perayaan Cap Go Meh.

    Cap Go Meh, kata Paul, merupakan puncak acara Imlek yang dilakukan pada hari ke 15 Imlek dalam hal ini tanggal 11 Februari.”Kita aka menggelar kirab Liong samsi dan seni budaya daerah,”terang Paul.

    Cap Go Meh tahun ini mengambil tema “Kita Rajut Kebhinekaan untuk memperkokoh NKRI”. Karenanya, berbagai kesenian tradisional Magelang, seperti Jathilan topeng Ireng, Dayakan, Kuntulan, Soreng dan seni lainnya, akan ikut kirab di sepanjang jalan Pemuda Kota Magelang.

    Kesenian tradisional ini akan berpadu denga kesenian tradisional Tionghoa, Barongsay dan  Liong Samsi.

    Kirab nantinya akan menyusuri jalan Pemuda, Mataram, Sriwijaya, Taruma Negara, Sriwijaya Majapahit Sigaluh dan kembali ke klenteng.(MJ-24)

Ini Menarik!

Mengunjungi Jejak Sejarah Indonesia di Lawang Sewu

Share this on WhatsAppLawang Sewu dalam bahasa Indonesia berarti “Pintu Seribu”. Warga Semarang menyebutnya demikian …

Silakan Berkomentar