Jebol Berulang-Ulang, Normalisasi Sungai Beringin Tunggu 2019

Wali Kota Hendrar Prihadi mengunjungi wilayah terdampak banjir di Mangkang, akibat meluapnya Sungai Beringin. (foto: metrojateng.com)

 

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang kecewa kegiatan normalisasi Sungai Bringin belum dapat dilakukan tahun ini. Kegiatan untuk mengatasi banjir di wilayah Mangkang tersebut baru masuk prioritas pembangunan pemerintah pusat tahun 2019.

Pemerintah Kota Semarang sempat ingin mengambil alih normalisasi Sungai Bringin yang merupakan kewenangan Pemerintah Pusat yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Namun terbentur peraturan yang tidak membolehkan.

Namun pembebasan lahan yang menjadi tanggungjawab Pemkot Semarang, dan detail enggineering design (DED) yang menjadi tugas Pemerintah Provinsi Jateng sudah selesai.

‘’Tapi disampaikan bahwa normalisasi Sungai Beringin sudah teragenda hanya masuk prioritas di 2019. Kita coba komunikasikan lagi, mudah-mudahan Kementerian PUPR segera melakukan normalisasi di Beringin dan Plumbon,’’ katanya, Selasa (13/2).

Hendi, sapaan karib walikota, mengatakan pihaknya sudah mengusahakan agar normalisasi dapat dikerjakan tahun ini, karena tanggul sungai sering jebol saat hujan deras.

‘’Kami prihatin daerah Mangkang sering banjir, dulu kami pernah mau ambil alih  normalisasi tapi masukan dari BPK tidak boleh,’’ jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan upaya agar warga Mangkang dan sekitarnya terhindar dari kejadian banjir lagi. Tanggul sungai yang jebol sudah ditutup sementara dengan bronjong agar air tidak masuk ke permukiman.

‘’Tapi kalau di daerah atas ada hujan kami tetapi khawatir, masyarakat harus mewaspadai kalau debit air sudah tinggi,’’ tegasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

32 − 29 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.