Beranda JATENG RAYA EKONOMI BISNIS Jateng Jajaki Ekspor ke Timur Tengah

Jateng Jajaki Ekspor ke Timur Tengah

20
0

SEMARANG – Jawa Tengah menjajaki kawasan Timur Tengah dan Afrika Selatan sebagai negara tujuan ekspor baru. Upaya ini dilakukan untuk peningkatan ekspor dan antisipasi dari dampak perang dagang Amerika – Tiongkok.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, Arif Sambodo. Foto: anggun puspita

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah, Arif Sambodo mengatakan, dampak perang dagang Amerika dan Tiongkok tak hanya berpengaruh pada kedua negara tersebut, tapi juga berdampak luas. Apalagi bila melihat ulang fasilitas GSP (The Generalized System of Preference) yang selama ini dinilai cukup menguntungkan negara-negara berkembang, salah satunya Indonesia.

“Adanya sistem itu negara-negara maju akan memberikan tarif masuk yang lebih rendah pada produk-produk negara berkembang. Namun, ada wacana bahwa mereka akan meninjau ulang sistem tersebut, guna memproteksi produk dalam negeri,” tuturnya.

Kendati demikian, saat ini ada dua hal yang harus dilakukan yaitu meningkatkan kualitas produk untuk meningkatkan daya saing, serta membuka pasar-pasar baru selain dua negara tujuan ekspor utama tersebut.

“Negara-negara yang telah kami jajaki di antaranya kawasan Timur Tengah dan Afrika Selatan. Potensi di kawasan tersebut cukup bagus, meski sejauh ini ekspor ke negara-negara tersebut masih jauh di bawah Amerika, Tiongkok maupun negara-negara APEC,” kata Arif.

Pada tahun 2017 lalu, total ekspor Jateng ke Timur Tengah mencapai 172,76 juta dolar AS kemudian ke kawasan Afrika sebesar 421 juta dolar AS. Produk-produk yang ditawarkan ke negara-negara tersebut juga lebih berkembang, tak sebatas produk tekstil maupun kayu.

“Makanan minuman sudah mulai masuk, selain itu kerajinan-kerajinan dari logam yang digunakan sebagai hiasan juga banyak diminati di negara-negara Arab,” jelasnya.

Arif menambahkan, pihaknya juga terus berupaya untuk lebih mengenalkan produk-produk Jateng ke negara-negara sasaran pengembangan pasar. “Selain komunikasi, kami juga sering mengikuti pameran dengan misi dagang ke negara-negara tersebut,” tandasnya. (ang)