Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > Jatah Lahan Berkurang, Petani Kendal Nekat Tanam Tembakau

Jatah Lahan Berkurang, Petani Kendal Nekat Tanam Tembakau

image

KENDAL – Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (DP3K) Kabupaten Kendal hanya mengalokasikan lahan 4.000 hektare yang akan ditanami tembakau pada tahun 2014. Luas lahan ini berkurang 1.000 hektare dibanding tahun sebelumnya.

Alokasi ini menurut Sri Purwati Kepala DP3K sesuai dengan surat edaran Gubernur Jawa Tengah. “Saat ini data realisasi lahan untuk tembakau sudah ada 4.058 hektar, lahan tanam tembakau untuk tipe Weleri 3.463 hektar sedang untuk tipe temanggungan 595 hektar,” ujar Purwati.

Pihaknya mengaku angka alokasi didapat dari pemerintah provinsi, namun demikian tidak bisa melarang petani untuk menanam tembakau. Digambarkan tahun 2012 alokasi tembakau 5.000 hektare bahkan realisasinya mencapai 7.000 hektare tanaman. “Kami hanya mengimbau kepada petani meneruskan surat edaran gubernur. Selain itu kami juga memberikan pengertian petani akan kondisi harga jual tembakau,” lanjutnya.

Diakuinya pada tahun 2013 lalu, harga tembakau sempat merosot hingga Rp. 13.000 per kilonya, dan pihak DP3K memberikan alternatif tanaman lain agar tidak tersentral ke tanaman tembakau.

Harga jual tembakau berdasar laporan dilapangan oleh DP3K tanggal 25 Agustus lalu harga per kg hanya Rp. 18.000 petikan pertama dan kedua. Untuk tipe weleri yang sudah panen mencapai 800 hektar atau 228.000 kg, sedangkan untuk tipe Temanggung mencapai 417 hektar atau 145.000 kg. “Saat ini untuk petikan ke VIII rajang kering harga terendah mencapai Rp. 20.000 dan tertinggi Rp. 45.000,” jelasnya.

Sementara itu Susiwi warga Dusun Glagak Desa Pagerdawung Kecamatan Ringinarum berharap tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. “Petikan terakhir tembakau saya harga per kiligramnya sudah Rp. 24.000 dibeli oleh pedagang,” ujar Susiwi.

Sedangkan Pursiswo petani tembakau Desa Purwosari Kecamatan Sukorejo mengaku lahan tembakau yang ada di daerahnya tidak mengalami penurunan. Setiap tahun 1.000 hektar disediakaj untuk menanam tembakau, karena kwalitas tembakau yang ditanam merupakan tipe temanggung. “Harga tembakau kami stabil di harga Rp. 50.000 hingga Rp. 60.000 tiap kilogramnya dan tidak sulit mencari pembeli untuk itu kami akan tetap menanam tembakau meski ada larangan,” katanya. (MJ-01)

Ini Menarik!

26 dan 27 November 2017 JNE Gratiskan Ongkir

Share this on WhatsApp SEMARANG – Hari Bebas Ongkos Kirim (Harbokir) kembali digelar JNE sebagai …

Silakan Berkomentar