Jatah Dibatasi, Nelayan Kendal Harus Pakai Surat Keterangan untuk Beli Solar

Antrean solar di SPBN Bandengan, Kendal. Foto Metrojateng
Antrean solar di SPBN Bandengan, Kendal. Foto Metrojateng

KENDAL – Nelayan di Kabupaten Kendal harus menggunakan surat keterangan dari pengelola SPBN untuk membeli solar yang dibatasi. Pembelian hanya dibatasi 30 liter sehingga dikeluhkan nelayan karena mekanisme yang rumit.

Pembatasan maksimal pembelian solar di stasiun pengisian BBM untuk nelayan di Kelurahan Bandengan Kecamatan Kendal mulai diberlakukan September ini. Para nelayan yang membeli solar di SPBN tersebut harus memiliki kartu BBM nelayan. Melalui kartu itu pula setiap nelayan memiliki kapasitas pembelian maksimal berbeda.

Sedangkan untuk nelayan yang tidak memiliki kartu BBM nelayan harus membawa fotocopy pas perahu yang masih berlaku, fotocopy KTP dan surat keterangan dari kelurahan. Jika tidak memiliki ketiga ketentuan tersebut maka pengelola SPBN tidak akan melayani pembelian solar.

Namun demikian, rata-rata dalam sehari para nelayan hanya dilayani separuh dari pembelian biasanya. Jika kebutuhan solar dalam satu hari biasanya mencapai 60 liter solar saat ini mereka hanya dilayani 30 liter per hari. ?Sekarang repot sudah dibatasi harus bawa surat keterangan,? kata Suniati nelayan setempat.

Sementara itu pengelola SPBN, pembatasan solar untuk setiap nelayan yang memiliki kartu BBM berdasarkan keputusan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kendal. Sehingga setiap nelayan hanya akan mendapatkan kuota sesuai yang tercantum pada kartu tersebut.

?Sedangkan yang tidak memiliki kartu maka harus memenuhi ketentuan yang diberlakukan. Nelayan harus melakukan pembayaran dengan menunjukkan kartu terlebih dahulu baru pembelian solar dilayani,? ujar Yulianto, pengelola SPBN .

Yuli menambahkan, kuota solar di SPBN Kelurahan Bandengan juga dibatasi. Untuk satu bulan kemarin hanya 80 kiloliter perbulan, sedangkan kebutuhan nelayan lebih dari kuota tersebut. Hal ini nampak pada masih banyaknya nelayan yang menanyakan solar meskipun kuota sudah habis. Bahkan akibat kekosongan tersebut banyak dari nelayan yang tidak melaut selama dua minggu terakhir di bulan Agustus kemarin. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.