Jangan Remehkan Helm untuk Anak!

operasi helm anak
Operasi keselamatan candi 2018 di Semarang. (foto: metrosemarang.com/Efendi)
SEMARANG – Kesadaran masyarakat Kota Semarang terhadap pentingnya memakaikan helm terhadap pembonceng anak tampaknya masih sangat kurang. Hal tersebut terbukti dengan masih banyaknya pengendara yang tidak memperhatikan kelengkapan dengan alasan masih kecil.
“Memang untuk saat ini kesadaran orang tua masih kurang menyadari pentingnya memakaikan helm kepada pembonceng anak. Mereka masih menganggap bahwa anak kecil tidak apa-apa kalau tidak memakai helm,” kata Wakasatlantas Polrestabes Semarang, Kompol Sumiarta saat menggelar operasi di Jalan Pemuda, Selasa (13/3).
Padahal menurut Sumiarta, hal tersebut akan berakibat fatal. Jika nantinya terjadi kecelakaan maka akan membahayakan kesehatan korban karena tidak memakai helm.
Pada operasi kali ini polisi memberhentikan beberapa pengendara yang memboncengkan anak. Namun si anak tidak menggunakan kelengkapan berkendara berupa helm.
“Masih banyak tadi yang tidak memakaikan helm kepada anaknya, kami kasih mereka teguran dan memberikan tanda berupa pin bertuliskan Tercyduk,” kata Sumiarta.
Salah satunya Paryumi. Salah seorang pengendara yang diberhentikan oleh petugas lantaran memboncengkan anaknya tanpa memakaikan helm.
“Ya kan cuma mau keluar bentar, dan kebetulan memang anak saya belum ounya helm,” ujar warga Jalan Hasanudin tersebut.
Ia kemudian diberi teguran oleh petugas dan tanda berupa pin bertuliskan Tercyduk. Tak hanya itu, petugas juga memberikan helm kepada anaknya agar menjadi pengguna jalan yang lebih tertib.
“Ya alhamdulillah dapat helm. Awalnya kaget tadi dihentikan saya bingung,” ujar Paryumi.
Operasi keselamatan lalulintas yang dilakukan oleh Satlantas Polrestabes Semarang memang ada berbagai macam penindakan. Beberapa pengendara ada yang ditindak dengan penilangan, ada juga yang hanya diberi teguran.
“Tergantung kalau pelanggaran yang agak berat kami lakukan penilangan, tapi kalau hanya pelanggaran ringan kami kasih teguran dan pin,” pungkas Sumiarta.
Sementara, operasi keselamatan lalu lintas 2018 dilaksanakan selama 25 hari sejak 5 Maret lalu. Operasit yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia tersebut merupakan upaya cipta kondisi menyambut Operasi Ramadniya 2018 nanti. (fen)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

21 + = 24

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.