Home > JATENG RAYA > METRO PANTURA > Jalur Tengah Mendesak Diberlakukan Sistem Jam Operasional

Jalur Tengah Mendesak Diberlakukan Sistem Jam Operasional

Kendaraan berat berhenti total di Jalur Tengah Songgom, Kabupaten Brebes meskipun sudah diberlakukan sistem one way. Foto Metro
Kendaraan berat berhenti total di Jalur Tengah Songgom, Kabupaten Brebes meskipun sudah diberlakukan sistem one way. Foto Metro

BREBES – Jajaran Kepolisian Resor Brebes dan Tegal mendesak pemerintah memberlakukan sistem jam operasional kendaraan berat, menyusul padatnya jalur alternatif menuju selatan (Banyumas-red) di Kabupaten Slawi dan Brebes.

“Sejak arus balik sampai sekarang, kami masih sibuk mengatur kepadatan di Jalur Tengah. Semua cara sudah dilakukan untuk mengurai kemacetan. Namun, tidak banyak pula dampaknya,” ungkap Kapolres Brebes, AKPB Ferdy Sambo saat ditemui metrojateng, Rabu (13/8/2014) siang.

Menurut dia, tanpa adanya pemberlakuan jam operasional kendaraan berat, maka sudah dapat dipastikan kondisi Jalur Tengah akan tetap padat. Bahkan, keadaan tersebut akan semakin merugikan berbagai pihak, termasuk pertumbuhan ekonomi.

Adapun sistem tersebut yakni membagi aktivitas kendaraan berat, khususnya truk yang akan melintas Jalur Tengah. Sebab, setelah ditutupnya Jembatan Comal, ribuan kendaraan berat mau tidak mau harus melintasi Jalur Tengah.

“Lepas dari tugas Kepolisian, memang harus ada seran perta dari pemerintah. Setidaknya, sistem jam operasional ini segera diberlakukan. Truk dan bus bisa beroperasi pada jam-jam malam, sekitar pukul 21.00 hingga 05.00 WIB,” harapnya. (MJ-10)

Ini Menarik!

Pemkab Kampar Pelajari Kawasan Industri di Kendal

Share this on WhatsApp  KENDAL – Keberhasilan Kabupaten Kendal mendirikan kawasan industri berskala besar menarik …

Silakan Berkomentar