Home > JATENG RAYA > Jalur Laut, Sasaran Empuk Penyelundupan Narkoba di Jateng

Jalur Laut, Sasaran Empuk Penyelundupan Narkoba di Jateng

Kepala BNNP Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo memberi keterangan pers. (foto: metrosemarang.com/Fariz Fardianto)

SEMARANG – Akses jalur laut yang menghubungkan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dengan daerah sekitarnya bakal mendapat pengawasan ketat karena kedapatan menjadi sasaran empuk penyeludupan narkoba.

Hal tersebut terkuak saat petugas BNNP Jateng meringkus pria bernama Yayan Adrian, yang menjadi kurir sekaligus pengedar narkoba di Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo mengatakan Yayan diringkus pada Sabtu 12 Agustus kemarin. Saat itu, petugasnya bersama tim gabungan memergoki pelaku mengambil dua bungkus paket yang diduga berisi sabu tepat dibawah pohon palem.

“Hampir Maghrib sekitar pukul 17.30 WIB dia ditangkap saat mengambil dua paket diduga berisi sabu dibawah pohon palem. Dari penangkapan itu kita perdalam lagi. Kemudian setelah ditelururi sabu itu diperoleh dari penyelundupan via jalur laut,” ungkapnya, sembari barang buktinya di markas BNNP Jateng Jalan Madukoro, Rabu (23/8).

Ketika rumahnya digeledah, petugasnya menemukan barang bukti satu paket bungkusan besar dan enam paket kecil. Selain itu ada pula sebuah telepon seluler dan timbangan elektronik yang disita dari tangan pelaku.

“Barbuknya total ada 100 gram sabu,” bebernya. Untuk saat ini, pelaku dijebloskan dalam sel tahanan BNNP Jateng untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Pelaku, kata Tri bakal dijerat Pasal 114 subsider Pasal 112 Tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun. Untuk hukuman maksimal dengan jeratan hukuman mati.

“Agar kejadian ini dapat dicegah, kami akan mengoptimalkan pengawasan arus barang yang masuk lewat jalur laut. Untuk kasus diatas, barangnya didapat dari Aceh lalu dikirim ke Jakarta baru sampai Jepara,” bebernya.

Terungkapnya kasus itu membuktikan bahwa peredaran narkoba kini telah menyasar daerah pinggiran macam Jepara, Pati dan Rembang.

“Masih kita kejar lagi beberapa kurir dan bandar narkoba yang berkeliaran di daerah pinggiran. Semoga lekas tertangkap,” tegasnya.

Sedangkan, Yayan mengatakan sudah jadi kurir narkoba sejak dua bulan terakhir. Di Jepara, ia juga mengedarkan barang haram tersebut di beberapa tempat. Pria yang bekerja sebagai teknisi telepon genggam itu tampak tertunduk lesu saat dikeler petugas. (far)

Ini Menarik!

Tingkatkan Produksi Pangan, Butuh Dukungan Sarpras

Share this on WhatsAppKENDAL – Ketersediaan beras di Kendal mengalami fluktuasi. Tahun 2013 sebesar 133.770 …

Silakan Berkomentar