Jalan Pantura Remuk, Menhub Perketat Aturan Jembatan Timbang

ilustrasi jembatan timbang. (dok halopolisi.com)
?

SEMARANG – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mulai memperketat standar operasional prosedur (SOP) pada belasan jembatan timbang di sepanjang jalur Pantura, menyusul banyaknya kerusakan jalan yang dilewati truk engkel bertonase berat.
“Kita aktifkan lagi jembatan timbang yang ada di Pantura. Ini dilakukan supaya daya angkut angkutan berat dapat dibatasi,” ungkap Budi saat bertemu anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) di Gumaya Tower, Jalan Gajayana Semarang, Rabu (22/2). 
Lebih lanjut, ia menyampaikan pembatasan daya angkut truk engkel akan dimulai akhir bulan ini. Caranya, kata Budi dengan memperketat pengawasan kapasitas tiap tonase. “Jika aturannya 10 ton, ya harus 10 ton, tak boleh lebih,” katanya.
Pengetatan aturan itu juga merupakan tindak lanjut dari keluhan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (MenPU PR) Basuki Hadimuljono, karena berulang kali menemukan jalur Pantura remuk usai diperbaiki.
“Pak Basuki mengeluh mengapa setiap memperbaiki jalur Pantura tapi rusak terus. Nah, saya akhirnya memutuskan untuk meningkatkan standar tertentu untuk membatasi daya angkut truk engkel,” jelasnya. 
“Pembatasan akan dilihat dari jumlah rodanya, bila rodanya lebih dari enam maka standar angkutnya pun jauh lebih tinggi. Sebab, beban jalan dipengaruhi roda pada truk, kalau dibiarkan terus pasti hancur jalan tersebut,” sambungnya.
Ia bilang peraturan tegas itu jadi opsi bagus setelah pengelolaan 15 jembatan timbang diambilalih oleh pemerintah pusat sejak 3 Februari kemarin. 
Kini, pihaknya yang mengendalikan jembatan timbang. Tiap pengelola timbang tak boleh lagi memungut uang dari pengemudi truk. 
Ia pun mengimbau kepada tiap kepala daerah agar mentaati peraturan tersebut sekaligus mengubah paradigma bahwa jembatan timbang sebagai lumbung uang. 
“Contoh yang paling berhasil di Jawa Timur. Pak Karwo (Gubernur Jatim) bisa menerapkan hal itu. Ndak apa-apa ndak dapat uang, nanti kita yang ngasih subsidinya karena manfaatnya sangat banyak,” tukasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 80 = 85

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.