Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > Investasi Jateng Tumbuh 52 Persen per Tahun

Investasi Jateng Tumbuh 52 Persen per Tahun

Ilustrasi

 

SEMARANG – Kebijakan pro investasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah membuahkan hasil. Hal ini ditunjukkan dengan iklim investasi di Jateng yang tumbuh signifikan dengan angka rata-rata 52,31 persen per tahun sejak 2013.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Prasetyo Aribowo mengatakan pencapaian tersebut tidak terlepas dari komitmen Pemprov Jateng dalam upaya mendorong investasi melalui penciptaan iklim yang kondusif, promosi, pengendalian dan pengembangan serta optimalisasi pelayanan. Pertumbuhan investasi ini menurutnya sejalan dengan kebijakan pembangunan Jateng dan berkontribusi dalam serapan tenaga kerja untuk menurunkan angka pengangguran.
Ia mengatakan, dari keseluruhan jumlah investasi sejak 2013 hingga semester I tahun 2017 terdapat sebanyak 5.583 usaha baru dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 541.520 orang. Sebaran tenaga kerja tersebut meliputi sejumlah daerah, terbanyak yakni di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar dan Purbalingga.
“Untuk jumlah tenaga kerja sebagian besar jelas dari dalam negeri, ada sebanyak 537.748 dan tenaga kerja asing berjumlah 3.772 orang,” ujarnya, Selasa (3/10).
Sedangkan untuk nilai investasi, pada tahun 2016 tercatat sebesar Rp46,63 triliun dengan jumlah investor sebanyak 2.068. Tumbuh cukup banyak dari tahun 2015 yang mencapai Rp26,041 triliun dengan 1.481 investor, Rp18,5 triliun pada 2014 dengan 407 investor dan Rp 16,9 triliun pada 2013 dengan 293 investor. Jumlah investasi tersebut berasal dari penanaman modal dalam negeri maupun dari asing.
Kebijakan pro investasi ini juga menjadikan Jateng primadona investasi. Hal ini bisa dilihat dari adanya relokasi 47 pabrik tekstil ke Jateng dengan serapan tenaga kerja hingga 70 ribu orang pada 2015. Bahkan, Jateng mengaku siap menerima limpahan pabrik dari Jabodetabek. Kesiapan itu bisa terlihat dari adanya pengembangan kawasan industri di Kabupaten Kendal yang dilengkapi dengan sejumlah fasilitas umum seperti rumah susun, sekolah, pasar, taman, rumah sakit dan sejumlah fasilitas lain.
Investasi tekstil dan produk tekstil (TPT) memang terus bergerak positif, seperti halnya Sriteks di Sukoharjo dan PT Apac Inti di Kabupaten Semarang yang melakukan perluasan pembangunan. Selain itu juga ada Nesia Pan Pacific di Semarang dan Boyolali, Batik Keris, Batik Danarhadi dan sejumlah industri tekstil lainnya yang terus berkembang. “Industri alas kaki juga turut andil dalam menyerap tenaga kerja, ada tiga penanaman modal asing dari Korea dan satu penanaman modal dalam negeri,” terangnya.
DPMPTSP Jateng sendiri kini melayani 166 jenis izin pada 17 bidang dan tercatat telah menerbitkan 8.803 izin sepanjang Januari hingga Agustus 2017. Dari jumlah tersebut terdapat 3.090 izin bidang Kesbangpol yang sebagian merupakan rekomendasi penelitian, kemudian bidang kelautan dan perikanan sebanyak 2.058 izin dan bidang pengelolaan sumber daya air sebanyak 1.213 izin. Pihaknya sendiri menargetkan 12 ribu izin bisa diterbitkan hingga akhir tahun 2017. Hal ini ungkapnya dapat terwujud dengan adanya dukungan pengurusan izin secara online yang memberikan kemudahan dalam proses perizinan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan sejak awal kepemimpinannya pihaknya telah melakukan reformasi perizinan yang disetujui oleh Presiden. Reformasi tersebut yakni terkait penyederhanaan perizinan serta proses yang satu pintu dengan waktu yang singkat. “Kami mendorong setiap kabupaten/kota untuk menyederhanakan perizinan agar ramah investasi. Karena sebelumnya yang menghantui investor adalah diperas oknum dan proses perizinan yang bertele-tele, itu yang dihapus dan sekarang tidak ada lagi. Tentunya juga dengan dibarengi berbagai proyek infrastruktur untuk menarik para investor masuk ke Jateng,” ujarnya.
Kesuksesan Jateng menarik investor tersebut juga dibuktikan dengan diterimanya sejumlah penghargaan. Antara lain TOP 35 Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) tahun 2016 atas Inovasi PACAR BINAL (Pangkalan Cari Izin Bagi Nelayan) yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia. Selain itu juga menjadi Provinsi terbaik ke III memiliki daya saing investasi dari Lee Kuan Yew-National University of Singapore. (*)

Ini Menarik!

Golkar Restui Lima Paslon Bertarung di Pilkada Serentak 2018

Share this on WhatsAppSEMARANG – Mendekati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, Partai Golkar mengeluarkan …

Silakan Berkomentar