Home > JATENG RAYA > Inventarisasi Atlet Potensial, PBSI Gelar Apacs Junior Master

Inventarisasi Atlet Potensial, PBSI Gelar Apacs Junior Master

Sekjen PP PBSI Achmad Budiarto, Ketua panitia Ediyanto Sabarudin,paneli, pemandu bakat dna atlet saat memberikan keterangan pers di GOR Djarum Kota Magelang. (foto: ch kurniawati)

MAGELANG – Selama 5 hari mulai Senin (19/12), sebanyak 135 atlet bulutangkis pilihan akan mengikuti kejuaraan APACS Junior Master 2016 di GOR Djarum Kota Magelang. Mereka berasal dari 21 klub yang ada di 8 propinsi di Indonesia. 

    “Yang boleh mengikuti kejuaraan ini adalah mereka yang telah memiliki peringkat nasional,” terang Ketua panitia APACS Junior Master 2016, Ediyanto  Sabarudin, Senin (19/12).

    Kejuaraan ini untuk meninjau potensi atlet muda masa depan Indonesia. “Lewat Junior Master maka akan dapat dilakukan inventarisasi bibit-bibit muda dan mengukur parameter fisik mereka,” kata Ediyanto.

    Dari 135 atlet terdiri dari 68 putra dan 67 putri. Mereka terbagi dalam dua kelompok usia yaitu usia remaja (U-17) dan taruna (U-19) serta turun di nomor tunggal dan ganda.

    Hasil dari kejuaraan ini, imbuh Edi, akan diserahkan ke PBSI sehingga organisasi tersebut memiliki data yang valid siapa saja atlet-atlet bulutangkis yang berpotensi.

    “Data atlet yang punya peringkat kita serahkan ke PBSI, sehingga mereka memiliki data yang valid untuk progam pengembangan yang sesuai di masa depan,” terang Edi.

    Setelah mengantongi data atlet berprestasi, maka PBSI akan dengan mudah menentukan mereka mengikuti kejuaraan-kejuaraan baik di level nasional maupun internasional.

    Selama lima hari mengikuti kejuaraan ini, terang Edi, di babak pertama para atlet  akan mengikuti pertandingan dengan  menggunakan sistem round robin dengan play off untuk menentukan ranking atlet. Pemain tunggal akan didibagi menjadi empat group, dan ganda dibagi menjadi dua group. Peserta terbaik dari masing-masing group berhak lolos ke babak berikutnya yang sudah menggunakan sistem gugur.

    Para atlet nantinya akan dinilai berdasar tiga kriteria, yakni hasil pertandingan di junior master, tes fisik dan hasil penilaian pemandu bakat. Atlet juga akan dilihat konsistensinya di beberapa kejuaraan seperti sirkuit nasional yang diagendakan PBSI.

    Di kejuaraan ini, para atlet juga akan akan mengikuti serangkaian agenda. Antara lain pertandingan babak penyisihan, penentuan rangking dan play off, dan serangkaian tes fisik, yakni tes court agility, skipping rope, dan beep test.

    Sekjen PP PBSI, Achmad Budiharto menambahkan, dengan adanya kejuaraan ini pihaknya ingin mendapatkan data dan potensi pemain-pemain.

    “Kalau di kepengurusan sebelumnya atlet yang terbaik diberi kesempatan untuk magang di  pelatnas. Namun tahun ini agak khusus karena merupakan tahun terakhir dari  kepengurusan yang lama, maka akan ditentukan oleh pengurus yang baru nanti,” kata Achmad.

    Namun demikian ia melihat, dalam  kepengurusan yang baru nanti, akan ada program untuk mengadakan penyiapan atlet secara lebih dini.

    Sementara itu, Agung Susilo dari klub PB Djarum menuturkan, pihaknya sangat siap menghadapi kejuaraan ini. Peserta dari klubnya termasuk yang terbanyak dan optimis banyak pula yang diambil tim panelis.

    Salah satu atlet, Rayhan (17) secara tegas menyatakan siap mengikuti kejuaraan ini. Saat ini ia menduduki peringkat tiga tunggal dan menargetkan naik peringkat ke pertama.

    Dirinya berjanji akan terus menjaga konsistensi dan tidak akan memandang remeh lawan, karena yang ikut kejuaraan ini semuanya merupakan atlet yang punya ranking atau potensial. (MJ-24)

Ini Menarik!

Tingkatkan Produksi Pangan, Butuh Dukungan Sarpras

Share this on WhatsAppKENDAL – Ketersediaan beras di Kendal mengalami fluktuasi. Tahun 2013 sebesar 133.770 …

Silakan Berkomentar