Home > POLITIK > Inilah Aneka Kekecewaan Dewan yang Gagal Berdebat dengan Ganjar

Inilah Aneka Kekecewaan Dewan yang Gagal Berdebat dengan Ganjar


Notice: Array to string conversion in /home/metg6994/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 425
Keseriusan Ganjar Pranowo untuk menunjukkan data-data terkait kritikan dewan justru dipertanyakan, setelah dirinya mangkir dari acara debat terbuka. foto Metrojateng
Keseriusan Ganjar Pranowo untuk menunjukkan data-data terkait kritikan dewan justru dipertanyakan, setelah dirinya mangkir dari acara debat terbuka. foto Metrojateng
SEMARANG-Kalangan anggota DPRD Jawa Tengah (Jateng) kecewa dengan sikap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang tidak menghadiri debat terbuka. Debat terbuka antara Gubernur dengan DPRD Jateng dengan tema Satu Tahun Kepemimpinan Ganjar Pranowo digelar Komunitas Wartawan Peliput Provinsi dan DPRD Jateng di ruang wartawan, Kantor Gubernur, Jl. Pahlawan, Kota Semarang, Senin (1/9).
 
Anggota DPRD Jateng, Sasmito mengatakan seharusnya Gubernur menyempatkan waktu untuk datang pada acara debat yang difasilitasi wartawan ini. “Saya tidak hanya kecewa, tapi kuciwa [kecewa berat] karena ide acara ini dari Gubernur dan direspon wartawan, mestinya maski padat acara, Gubernur menyempatkan datang meski hanya 10-15 menit,” kata politisi dari Partai Golkar ini.
 
Dengan tidak hadirnya Gubernur Jateng pada debat terbuka ini, lanjut dia  maka komunikasi antara eksekutif dengan legislatif menjadi terhambat. “Komunikasi ini sangat penting untuk menghilangkan semua prasangka atau permasalahan antara eksekutif dan legislatif,” tandasnya.
 
Kekecewaan juga diungkapkan anggota DPRD Jateng dari Fraksi Partai Demokrat, Prajoko Haryanto, “Mestinya Gubernur harus hadir untuk mengklarifikasi program satu tahun yang masih wacana,” ungkap dia.

Selain Sasmito dan Prajoko Haryanto, dua anggota Dewan lainnya yakni Alfasadun (Fraksi PPP), serta Hadi Santoso (Fraksi PKS) juga hadir dalam acara tersebut. “Saya sudah membawa data-data untuk acara ini [debat dengan Gubernur],” kata Hadi Santoso.
 
Menurut Alfasadun dengan ketidakhadiran Ganjar ini maka kalau dikatakan Gubernur wacana memang kenyataan demikian. “Ganjar mestinya low profile, tidak perlu banyak berwacana kepada publik,” katanya.
 
Acara yang dimoderatori wartawan senior, Isdiyanto menghadirkan pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Budi Setyono.
 
Karena Gubernur tidak hadir, maka format acara kemudian diubah menjadi diskusi. Ketika acara diskusi yang dimulai pukul 10.30 WIB sedang berlangsung, Gubernur Ganjar Pranowo beserta sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, sekitar pukul 10.45 WIB berjalan lewat depan ruang acara.
 
Ganjar hanya melempar senyum dan melambaikan tangan, terus berjalan menuju ke Gedung DPRD Jateng yang letaknya bersebelahan dengan Kantor Gubernur untuk menghadiri rapat paripurna.
 
Sementara, Pengamat politik Undip Semarang, Budi Setyono menyatakan ketidakhadiran Gubernur sangat mengecewakan. Seharusnya debat bisa menjadi forum untuk mengklarifikasi segala macam kritik yang disampaikan kalangan Dewan terhadap kinerja Gubernur salama satu tahun.
 
Menurut Budi ketidakhadiran Ganjar ada kemungkinan karena tidak siap dengan data atau tidak mengetahui materi debat. ”Ganjar ingin mencari forum yang lebih soft dibanding debat. Ketidakhadiran ini cukup mengecewakan,” tegasnya.(MJ-03)

Ini Menarik!

Tercatat Sebagai Anggota Golkar, Orang Ini Dicoret dari PPS

Share this on WhatsApp     MAGELANG – Ketahuan pernah mencalonkan diri menjadi anggota legislatif …

Silakan Berkomentar