Home > KRIMINAL & HUKUM > Ini Cara Kerja Pembobol Rekening melalui Mesin ATM

Ini Cara Kerja Pembobol Rekening melalui Mesin ATM

image
Tersangka pembobol rekening nasabah bank digelandang menuju ruang tahanan Polda Jateng, setelah ditangkap di Sukoharjo. Foto Metrosemarang/Fais UH

SEMARANG – Sembilan tersangka pembobolan rekening nasabah melalui ATM yang berhasil diringkus Dit Reskrimum Polda Jateng menggunakan peralatan canggih dalam beraksi. Mereka memakai alat-alat modern seperti Skimmer (alat pemindai data), alat Read and Write (penghapus data), Pencam (kamera ballpoin) serta software khusus untuk memindah data nasabah ke kartu ATM duplikat.

Informasi yang dihimpun metrosemarang.com, cara kerja pembobolan tersebut dilakukan dengan memasang Skimmer di depan lubang untuk memasukkan kartu di mesin ATM. Alat itu berfungsi untuk mengcopy data nasabah yang memasukkan kartu ATMnya.

Untuk mengetahui berapa PIN nasabah, komplotan ini memasang Pencam di sisi kiri tombol angka di mesin ATM. Pencam dimasukkan ke dalam longsongan besi yang ditempelkan menggunakan solasi bolak balik (doubletape) ke dinding kiri dekat papan tombol.

Bentuk longsongan itu disamarkan baik dari bentuk maupun warna seolah-olah bagian dari mesin ATM. Pada besi tersebut terdapat sebuah lubang untuk menempatkan pencam yang mengarah tepat ke papan nomor. Sehingga dapat melihat berapa nomor PIN yang dipencet nasabah.

Setelah semua data nasabah berhasil diketahui, data itu kemudian dipindah di laptop. Setelah itu dengan menggunakan software khusus, dimasukkan ke kartu ATM baru. Dengan demikian, para pelaku bisa dengan leluasa menggunakan ATM “kloningan” tersebut.

Terkadang, untuk menghindari pantauan CCTV, mereka juga tidak segan menutupnya menggunakan cat semprot. Pemasangan alat tersebut juga dilakukan hanya dalam waktu maksimal 20 menit. Selain itu, tersangka yang memasang dan mengambil alat itu selalu orang yang berbeda. Dengan demikian ada dua kartu ATM yang bisa digunakan. Yakni milik nasabah dan milik tersangka.

Sembilan pelaku yang tiba di Mapolda Jateng, Kamis (28/8) sekira pukul 20.15, secara beruntun ditangkap di daerah Solo. Komplotan ini dipimpin oleh pria bernama Adam (43) warga Karanganyar. Diduga mereka melakukan aksi tidak hanya di wilayah Jawa Tengah, namun hingga Yogyakarta dan Jawa Timur. Belum diketahui kerugian secara pasti. Namun diperkirakan mencapai miliaran rupiah. (les)

Sent from topplaceĀ®

Ini Menarik!

Buka Kelas Industri, SMK 7 Didukung Bengkel Mini Bintrako Dharma

Share this on WhatsApp SEMARANG – Zaman sekarang hanya berbekal keterampilan saja tidak cukup bagi …

Silakan Berkomentar