Beranda KAMPUS Indofood Danai Riset Mahasiswa Hingga Rp 75 Juta

Indofood Danai Riset Mahasiswa Hingga Rp 75 Juta

24
0
BERBAGI

SOLO – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (lndofood) menggelar roadshow sosialisasi Program lndofood Riset Nugraha (lRN) ke berbagai universitas di empat kota di Indonesia yakni Mataram, Banjarmasin, Solo dan Kupang mulai 16 April hingga 7 Mei 2018. Roadshow tersebut untuk menjaring para mahasiswa berprestasi yang ingin didanai penelitiannya.

riset indofood
Penyerahan poster program beasiswa penelitian dari Indofood ke UNS. (foto: metrojateng.com/MJ-25)

Sosialisasi Program lndofood Riset Nugraha (lRN) kelima digelar di Pasca Sarjana, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Senin (7/5). Tema IRN tahun 2018 adalah ‘Mencerdaskan Bangsa Melalui Kemandirian Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal Secara Berkelanjutan”.

Ketua Pakar Program Indofood Riset Nugraha, Prof Dr. Winarno mengatakan ‘Riset adalah instrumen penting untuk kemajuan suatu bangsa. Mengingat minat riset di kalangan generasi muda Indonesia masih perlu ditingkatkan.

“Indofood memberikan beasiswa sekitar Rp 30 juta hingga Rp 75 juta bagi 58 mahasiswa yang lolos proposalnya. Ini bukti, Indofood mendorong mahasiswa untuk menuangkan ide, inovasi, kreatiiitasnya ke dalam sebuah penelitian unggul khususnya dalam mengembangkan keanekaragaman pangan yang bebasis kearifan lokal,” ujarnya disela-sela acra sosialisasi.

Selain bantuan dana dan bimbingan teknis yang dilakukan oleh para pakar, IRN menetapkan 3 peneliti terbaik dari 58 proposal penelitian yang didanai program ini. Penilaian dilakukan oleh Dewan Pakar IRN yang meliputi tiga aspek yakni kualitas penelitian, proses penelitian dan performance peneliti dalam mempresentasikan penelitiannya.

Program IRN yang mempakan program Corporate Social Responsibility lndofood pilar Building Human Capital, terbuka bagi mahasiswa Si dan berbagai jurusan yang tengah menyelesaikan tugas akhimya. Objek penelitian adalah sumber daya pangan lokal baik sumberdaya darat maupun laut yaitu jagung, gandum, aneka umbi, pisang, kelapa sawit, kedelai, sagu, rempah-rempah, daging dan susu atau komoditas lokal Iainnya.

“Bidang yang diteliti adalah Agro dan Teknologi Perikanan, Teknologi Produksi, Gizi dan Kesehatan Masyarakat, Perikanan dan Kelautan, maupun Sosial, Ekonomi dan Budaya,” imbuhnya.

Program IRN berjalan sejak pertama kali diluncurkan di tahun 2006, Program IRN telah menerima sekitar 4.700 proposal dan mendanai lebih dan 700 penelitian mahasiswa. Sementara itu Rektor UNS, Ravik Karsidi mengapresiasi adanya program beasiswa penilitian yang menyasar pada mahasiswa strata satu ini.

“Kalau program beasiswa penelitian ini biasanya kan buat S2 atau S3 ya, tapi ini untuk S1 ya baru ada bahkan pertama di UNS sendiri,” jelasnya. (MJ-25)