Imlek! Baju Merah Jangan Sampai Lupa

Dua orang pembeli sedang memilih baju khas Tionghua di salah satu toko di Pasar Gedhe Solo. (foto: metrojateng.com/MJ-25)

 

SOLO – Warga Solo mulai berburu pernak pernik untuk menyambut Imlek. Di Pasar Gedhe Solo sendiri beberapa toko yang menjual ornamen Imlek mulai dipadati oleh pembeli.

Nanik Suamrni (35) penjual baju khas Tinghoa ini mengaku permintaan akan baju berwarna merah semakin banyak dicari oleh mayarakat. Terlebih baju yang menggunakan ornamen shio anjing.

“ Baju disini dijual mulai harga Rp 45.000,- hingga Rp 400,000,- tergantung jenisnya, Tapi baju merah tiap Imlek memang menjadi favorit para pembeli, karha khas ya,” ujarnya.

“Kalau permintaan sudah mulai dari Januari lalu, kira-kira 50 baju lah tiap hari,” imbuhnya.

Pedangan di padar Gedhe Solo sendang menginventaris barang dagangannya. (foto: metrojateng.com/MJ-25)

Tak hanya baju yang bernuasa Tinghua saja, pernak pernik Imlek seperti lampion, lilin, dupa dan hiasan dari berwarna merah juga laris manis dijual. Salah seorang pembeli, Eka (25) mengaku selalu berbelanja kebutuhan Imlek setiap tahunnya.

Ia selalu identik menggunakan warna merah baik untuk hiasan dirumah maupun baju saat perayaan. Menurutnya warna merah menjadi warna favoritnya dan menjadi warna keberuntungan.

“ Biasanya yang apsti ada di rumah itu ya kue keranjang, jeruk, dan telur asin ya. Kalau baju merah jangan sampai lupa, keluarga ku selalu pakai baju merah, dan ini juga sudah mulai cari-cari baju,” ungkapnya. (MJ25)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 80 = 82

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.