Imbas Proyek Rumah Mewah, Warga Siwedan Terancam Krisis Air Bersih

Ilustrasi
Ilustrasi

UNGARAN ? Warga Siwedan, Kelurahan Candirejo, Ungaran Barat mengeluhkan proyek pembangunan perumahan mewah di kawasan Winongrejo. Proyek tersebut mengancam keberadaan sumber mata air bagi warga desa setempat. Protes yang disampaikan warga juga tak digubris, karena ada ?orang kuat? yang menjadi pemilik rumah-rumah mewah itu.

Sugiyani (40) warga RT 4/RW 5 Siwedan menuturkan, sejak ada ?ada proyek pembangunan rumah-rumah mewah di kawasan Winongrejo sumber mata air mulai menyusut. Apalagi ada beberapa rumah mewah milik pejabat yang melakukan pengeboran air tanah untuk kolam renang dan pemancingan.

?Sekarang debit air mulai menipis. Padahal, sebelumnya mata air di desa kami mampu memenuhi kebutuhan hidup sekitar 30 kepala keluarga,? katanya.

Warga juga mengkhawatirkan ancaman pencemaran lingkungan dari limbah rumah tangga yang mencemari sumber mata air warga. Sebab, posisi Siweden berada lebih rendah dibanding dengan Winongsari. Sehingga dikhawatirkan terjadi pencemaran limbang pada mata air yang dimanfaatkan warga Siweden.

Sementara, Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Mas?ud Ridwan menegaskan, jika proyek tersebut belum memenuhi perizinan yang semestinya, sudah seharusnya Satpol PP turun tangan.

?Satpol PP semestinya segera ke lapangan dan jika tidak ada izinnya maka harus dihentikan aktivitasnya. Jadi sebelum muncul persoalan baru maka dinas terkait harus melakukan kajian di lapangan,? ujar politisi PKB itu.

Mas?ud juga menyinggung soal garis sepadan sungai harus ditaati. Sementara pembangunan sejumlah rumah mewah tersebut di atas daerah aliran sungai (DAS) Garang. ?Garis sepadan itu sudah diatur, jadi harus ditaati,? tandasnya. (MJ-02)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 27 = 37

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.