Beranda HEADLINE Ikut Berlebaran di MAJT, Ini Harapan Uskup Agung Semarang

Ikut Berlebaran di MAJT, Ini Harapan Uskup Agung Semarang

0
0
BERBAGI

image
Uskup Agung Semarang Mgr Johannes Puja Sumarta (Jubah putih-ungu) menyambangi MAJT untuk ikut berlebaran dengan umat Muslim sebagai simbol kerukunan antaragama. (Metro Semarang/Fariz Fardianto)

SEMARANG – Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) kedatangan tamu istimewa tatkala merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 Hijriah, pada Jumat (17/7) pagi. Saat itu, rombongan Keuskupan Agung Semarang menyambangi mereka untuk ikut berlebaran.

Uskup Agung Semarang, Johanes Pujasumarta, memaknai hari nan fitri di tahun ini sebagai kesempatan untuk berbuat baik dan saling menghargai perbedaan agama yang ada saat ini. Menurutnya, toleransi antar umat beragama patut dijunjung tinggi untuk menepis gerakan radikalisme yang marak terjadi belakangan ini.

“Kita prihatin ada kelompok-kelompok yang masih kencang menghembuskan isu intoleransi dengan menggunakan cara-cara kekerasan,” kata Johanes.

Johanes menegaskan tidak menghendaki aksi radikalisme meluas di penjuru tanah air. Guna menangkal ekstremisme, ia menyebarkan misi perdamaian lewat brosur yang dibuat oleh Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang sebagai utusan Dewan Kepausan di Vatikan.

Sementara Alyosius Budi, sebagai perwakilan umat Katolik, juga terus menghembuskan toleransi antaragama lewat beragam cara. Umat Katolik, kata dia, pada tahun lalu sempat menggelar kongres lintas agama yang diikuti ribuan peserta se-Indonesia.

Dalam kongres tersebut, ia mengajak tokoh Islam seperti KH Mahfud Ridwan dari Salatiga, dan pengasuh Ponpes Al Islah KH Budi Harjono untuk menghembuskan nafas-nafas perdamaian. Ia berharap, nafas toleransi antaragama bisa menyemai perdamaian di Jateng.

“Tokoh Islam kami undang untuk memberikan pandangan positif dalam beragama. Dan jumlah pesertanya naik tiga kali lipat. Bahkan, ada peserta dari agama kepercayaan kebatinan, Kristiani, Muslim dan aliran kepercayaan lainnya,” paparnya.

Ketua Dewan Pelaksana Pengelola MAJT, Nur Ahmad, menambahkan acara pertemuan dengan Uskup Agung Semarang merupakan tradisi cukup bagus untuk memperarat hubungan Muslim dengan umat beragama lainnya. “Ini pertemuan kita pertama kali dan semoga menjadi sinyal positif untuk perdamaian dunia. Agenda dialog antaragama ini akan diadakan rutin setiap tahun agar kami bisa saling mengunjungi,” tuturnya. (far)