Hujan Es, Banjir, dan Pohon Tumbang di Magelang

  Hujan es disertai angin di kawasan Mertoyudan Kabupaten Magelang, Rabu (24/1) siang menyebabkan banjir, pohon tumbang hingga jalanan macet. (foto: metrojaeng.com/ch kurniawati)

 

MAGELANG – Hujan es disertai angin kencang melanda beberapa wilayah Kabupaten Magelang, Rabu (24/1) siang. Seperti sepanjang ruas jalan jalur utama Magelang -Yogjakarta atau jalan Mayjen Bambang Sugeng Kecamatan Mertoyudan. Di wilayah Japunan terjadi banjir menyebabkan kemacetan parah. Di beberapa wilayah banyak pohon tumbang. Tercatat ada 23 rumah yang mengalami kerusakan, baik sedang, ringan ataupun berat.

Pohon tumbang terlihat di daerah Seminari Mertoyudan, juga di wilayah Blondo dan Candimulyo. Di jalan Mayjen Bambang Sugeng, banyak papan reklame yang ambruk. Kejadian ini sontak membuat masyarakat terkejut dan ketakutan. Banyak diantara mereka yang keluar rumah untuk menyaksikan fenomena alam ini.

Hujan es terjadi siang sekitar pukul 13.15 wib. Saat itu, langit di kawasan Mertoyudan mendung. Sesaat kemudian turun hujan deras disertai petir. Tak lama kemudian hujan es turun sekitar 7-10 menit. Di jalan Sarwo Edi atau depan DPRD lama terlihat ada pengendara sepeda motor jatuh karena jalanan cukup licin akibat banjir.

“Di Pemkot terlihat hujan sangat deras dan angin cukup kencang,” kata Anggit, salah satu karyawan. Hujan es membuat warga penasaran. Siswa sekolah berhamburan keluar kelas untuk melihat kristal-kristal es. Seperti para siswa MAN di jalan Sunan Bonang Karet Kota Magelang.

Awalnya mereka tidak percaya ada hujan es. Namun setelah mendengar bunyi di atas genteng, mereka menjadi penasaran. “Ternyata memang hujan es. Kecil tapi kalau kena kepala atau kulit sakit juga,” kata  Fadholi, salah satu guru.

  Hujan es disertai angin di kawasan Mertoyudan Kabupaten Magelang, Rabu (24/1) siang menyebabkan banjir, pohon tumbang hingga jalanan macet. (foto: metrojaeng.com/ch kurniawati)

 

Sementara itu,  banjir terjadi di wilayah Japunan Mertoyudan.Genangan air di jalur utama ini menyebabkan macet yang parah. Menurut Tofik, seorang pengguna jalan, dirinya bersama keluarga dari arah Mertoyudan depan Artos mall menuju Japunan yang berjarak sekitar 1 kilometer, di tempuh dalam waktu 45 menit. “Benar-benar macet parah wilayah sini,” katanya.

Banjir di wilayah ini disebabkan karena saluran pembuangan mampet. Banjir juga terjadi di wilayah Jonggrangan Kalinegoro Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Banjir disebabkan luapan yang berasal dari Kali Gending. Di Glagah Bagongan ada jembatan yang longsor akibat tergerus banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto mengatakan, rumah yang terkena pohon tumbang antara lain di Blondo, Banyurojo, Podosuko Candimulyo, Mantenan Mertoyudan, danurejo mertoyudan, Brajan Blondo Mungkid, Bagongan dan dusun Dampit Mertoyudan.

“Total ada 23 rumah yang tertimpa pohon tumbang,” kata Edi. Petugas BPBD bersama TNI dan Polri serta relawan langsung melakukan penanganan. “Pengerahan sumberdaya manusia dan alat menjadi skala prioritas,” kata Edi.

Petugas nampak memotong pohon-pohon yang tumbang di jalan. Juga ikut melancarkan genangan air yang mampet. Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo juga nampak terjun langsung ke lokasi banjir di Japunan, untuk ikut mengatur lalu lintas yang macet. (MJ-24)

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.