Hujan dan Tak Ada Kembang Api, Imlek di Pasar Gedhe Tetap Ramai

Pengunjung menikmati malam tahun baru di depan Pasar Gedhe Solo, Kamis Malam (15/2). (Foto: metrojateng.com/MJ-25)

SOLO – Meski tak ada pesta kembang api seperti tahun lalu, perayaan Tahun Baru Imlek di Solo tetap meriah. Ribuan pengujung tetap datang ke kawasan pecinan pasar Gedhe Solo, hanya untuk menikmati malam pergantian tahun baru Cina ini.

Hujan yang menguyur kota Solo, sejak Kamis Solo (15/2) tak menyurutkan niat warga untuk datang ke lokasi tersebut. Adanya pelarangan menyalakan kembang api saat event Tahun Baru dari Walikota Solo, menjadi salah satu alasan ditiadakannya pesta kembang api, saat malam pergantian tahun. Tidak adanya pesta kembang api, banyak disesalkan oleh pengujung yang datang.

” Ya sedikit kecewa sih, kok gak kayak dulu ya ada pesta kembang api hampir 30 menit, sekarang gak ada. Tapi gak apa-apa mungkin pemerintah ingin gak bising mungkin, hehe,” ungkap Lilis (35) warga Jebres, Solo.

“Ya kemarin sudah baca di media, kalau Imlek tak ada kembang api,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh, Erna (24), mahasiswi asal Ngawi, Jawa Timur ini mengaku ada yang kurang dalam puncak perayaan Imlek. Akan tetapi, ia mengaku tak begitu sedih karena adanya lampion dan berbagai macam shio yang bagus untuk berswafoto.

“Rasanya tuh kurang greget gitu kalau enggak ada kembang api, kan kembang api yang dinanti saat puncak acara. Tapi ya gak apa-apa ada lampion-lampion yang bagus bagus,”ungkapnya saat ditemui di Pasar Gedhe Solo, Kamis Malam (15/2).

Sebagai gantinya perayaan malam pergantian tahun baru Imlek di Solo diisi dengan atraksi barong sai dan band dari Gilang Ramadhan. Tak hanya itu, berbagai bazar kuliner khas Imlek juga disuguhkan di kawasan tersebut. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

5 + 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.