Hari Pertama Ngantor, Hendi Blusukan Cek ASN yang Bolos Kerja

SEMARANG – Hari pertama masuk kerja setelah libur panjang Lebaran dilakukan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dengan inspeksi mendadak (sidak) pelayanan publik di sejumlah instansi, Kamis (21/6). Hal ini untuk memastikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Semarang tidak ada yang bolos kerja.

Wali Kota Hendrar Prihadi melakukan sidak di hari pertama kerja setelah libur Lebaran. Foto: masrukhin abduh

Hari pertama masuk kerja diawali dengan apel bersama dan halal bihalal di halaman balai kota. Setelahnya Hendi, sapaan wali kota, melakukan sidak ke sejumlah instansi di antaranya PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Kantor Kelurahan Sampangan, dan Kantor UPTD Pendidikan Gajahmungkur.

“Hari ini kami lakukan sidak di sejumlah tempat untuk memastikan tidak ada ASN di lingkungan Pemkot Semarang yang bolos kerja di hari pertama usai libur panjang lebaran ini,” katanya.

Bahkan, dia juga memerintahkan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu untuk melakukan sidak juga di kantor-kantor dinas di lingkungan Balai Kota, dan Pj Sekertaris Daerah (Sekda) Agus Riyanto melakukan sidak di kantor-kantor kecamatan.

“Kami ingin pastikan setelah libur lebaran ini, semua ASN masuk kerja dan tidak ada yang bolos agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tegasnya.

Hendi menegaskan, tidak ada alasan bagi ASN untuk bolos kerja di hari pertama usai libur panjang Idul Fitri. Menurutnya, libur Idul Fitri tahun ini sudah sangat panjang.

“Justeru usai libur panjang bersama keluarga, hari ini teman-teman harus memiliki motivasi yang lebih besar dan kuat untuk melayani masyarakat semakin baik. Karena sesungguhnya, tugas ASN adalah untuk melayani masyarakat dengan baik,” tegasnya lagi.

Disinggung apakah ada ASN yang bolos kerja, dari hasil sidaknya pihaknya belum menemukan. Namun, nantinya dirinya akan menunggu laporan dari inspektorat.

“Semoga tidak ada yang bolos, karena kami akan tindak tegas. Sudah ada Perwalnya, sanksinya bisa mulai pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) hingga pemberhentian jika diakumulasi ASN tidak berangkat selama 45 hari,” tandasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 2 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.