Home > JATENG RAYA > Harga Tiket KMP Siginjai Naik, Warga Karimunjawa Minta Tarif Khusus

Harga Tiket KMP Siginjai Naik, Warga Karimunjawa Minta Tarif Khusus

KMP Siginjai (dok TIC Jepara)

JEPARA – Keberadaan KMP Siginjai di jalur pelayaran perintis Jepara – Karimunjawa menjadi nadi aktivitas masyarakat Karimunjawa. Sebagai pengguna jasa, masyarakat Karimunjawa mengingkan pelayanan dan fasilitas terbaik dari PT ASDP, operator KMP Siginjai.
 
Berkait wacana kenaikan tarif tiket KMP Siginjai, Camat Karimunjawa Budi Krisnanto menyampaikan, khusus penduduk lokal Karimunjawa diberi harga khusus. Wacana kenaikan tarif tiket kapal sebesar 55 persen dinilai terlalu tinggi.
 
“Harus ada harga khusus bagi warga Karimunjawa, jangan disamakan dengan wisatawan,” ujar Budi, Selasa (17/1/2017).
 
Budi melanjutkan, jika memang harus naik, maksimal kenaikan tarif tiket kapal Rp15 ribu dari harga tiket saat ini Rp60 ribu.
 
Sementara itu, Takjudin, warga Desa Kemujan Kecamatan Karimunjawa menambahkan, selama ini warga mengeluhkan jadwal keberangkatan KMP Siginjai di hari Jumat dari Karimunjawa. Pasalnya, kapal berangkat pukul 13.00. Sehingga itu, menyita waktu masyarakat yang hendak menunaikan ibadah salat Jumat.
 
“Dengan keberangkatan dari Karimunjawa jam 13.00, warga muslim tak bisa beribadah salat Jumat. Waktunya terlalu mepet,” Takjudin yang juga Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kemujan.

Pihaknya berharap ada solusi berkait hal ini. Sebab dikhawatirkan akan memantik masalah lain lantaran sudah lama dikeluhkan.

Sesuai jadwal, setiap Jumat KMP Siginjai berlayar dari Dermaga Kartini Jepara munju Karimunjawa pukul 07.00 WIB. Kemudian, kembali berlayar dari Karimunjawa menuju Jepara pukul 13.00 WIB.
 
Kepala PT ASDP cabang Jepara Yudi Yanuar mengemukakan, sampai saat ini pihaknya belum bisa menentukan berapa kenaiakan harga tiket KMP Siginjai. Pihaknya, hanya sebatas mengusulkan kenaikan harga tiket kepada Pemerintah Kabupaten Jepara.
 
“Harapan kami Februari sudah bisa diterapkan tarif baru,” ucap Yudi.
 
Berkait dengan jadwal pelayaran yang dinilai menghambat ibadah salat Jumat, Yudi menambahkan, pihaknya tidak mungkin melakukan pemunduran jam pemberangkatan. Itu mengingat waktu tempuh Karimunjawa – Jepara selama 5 jam.
 
“Jika pemberangkatan dari Karimunjawa mundur, kapal bersandar di Jepara malam. Sementara, fasilitas di dermaga untuk malam hari tidak memadai. Belum lagi kalau cuaca buruk,” papar Yudi. (oby)

Ini Menarik!

Pembangunan Proyek Vital Bandara Diprioritaskan

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang khususnya pada proyek bangunan …

Silakan Berkomentar