Harga Rumah yang Disediakan Pengembang Tak Realistis

Ilustrasi
SEMARANG – Lesunya penjulan rumah tahun ini disebabkan berbagai faktor, seperti roda perekonomian yang sedang tidak bagus serta pergeseran gaya hidup masyarakat yang lebih berwisata daripada membeli rumah.
Selain itu, faktor yang menjadi alasan lesunya penjulan rumah adalah harganya yang dinilai terlalu tinggi untuk masyarakat. Para pengembang banyak yang memilih untuk membangun rumah tipe menengah ke atas dengan harga mulai Rp 700 jutaan.
Wakil Ketua Bidang Promosi, Humas dan Publikasi DPD REI Jateng, Dibya K Hidayat mengatakan ketersediaan rumah dengan harga Rp 500 jutaan masih sedikit. Padahal harga tersebutlah yang cukup realistis dijangkau konsumen saat ini.
“Banyak yang menanyakan rumah dengan harga sekitar Rp 500 jutaan. Namun sayang jumlahnya terbatas. Tahun depan ini bisa menjadi evaluasi bagi para pengembang untuk membangun rumah dengan bugget Rp 500 jutaan,” katanya, Senin (18/12).
Tercatat, penjualan rumah selama pameran yang digelar pada 2017 berhasil mencatatkan rekor penjulan rumah terburuk dalam tiga tahun terakhir. Pada 2014 lalu berhasil terjual 1.007 unit, sedangkan pada 2015 berhasil terjual sejumlah 651 unit. Pada 2016 berhasil terjual 495 dan pada 2017 hanya sebanyak 376 unit. (ade)
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

59 − 55 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.