Harga Naik, Warga Oplos Beras Sebelum Dimasak

Harga beras di Kendal melejit, warga oplos beras beda kualitas. (foto: metrojateng.com/Edi Prayitno)

 

KENDAL – Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kendal  naik hingga Rp 2.500 untuk setiap kilogram. Untuk mengatasi pembengkakan pengeluaran, warga menyiasati dengan membeli beras kualitas baik dan buruk sekaligus. Mereka kemudian mengoplos beras tersebut sebelum dimasak.

Kenaikan harga terjadi sejak sepekan terakhir. Di Pasar Kendal, harga beras 64 super, naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu per kilogram. Untuk kemasan 25 kilogram harga beras jenis ini menembus harga Rp 350 ribu, naik sebesar Rp 125 ribu dari harga sebelumnya.

Seorang pedagang beras, Milatun mengatakan, kenaikan harga beras ini akibat pasokan yang mulai berkurang seiring dengan berakhirnya masa panen padi di sejumlah daerah. “Pasokannya mulai berkurang. Bahkan untuk beras jenis bramo dan mentik, pasokannya tidak tersedia,” katanya Kamis (11/1) siang.

Nurul, pedagang beras di Pasar Kendal menyebut, meski harga beras naik, masyarakat tetap membeli beras kuaitas baik. “Pembelian tetap ada, hanya jumlahnya menyusut. Biasanya mereka membeli eceren, kemudian dicampur dengan beras kualitas sedang,” katanya.

Seorang konsumen, Ambarwati mengatakan, kenaikan beras itu memberatkan dia sebagai warga. “Sebab kebutuhan lain pasti ikut naik,” katanya. Ia berharap pemerintah bisa mengontrol harga beras, agar uang warga tidak habis untuk membeli beras saja. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

45 − = 37

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.